Suara.com - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor bahan baku minyak goreng. Berikut rekam jejak Indrasari Wisnu Wardhana.
Indrasari Wisnu Wardhana diangkat menjadi Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri pada 2019 menggantikan pejabat sebelumnya yakni Oke Nurwan. Oke Nurwan saat itu dilantik jadi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan.
Indrasari Wisnu Wardhana juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi yang kerap disingkan Bappebti . Indrasari Wisnu Wardhana dilantik menjadi Dirjen Perdagangan Luar Negeri pada 2021. Indrasari Wisnu Wardhana berkantor di Jalan M.I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Gedung Utama Kementerian Perdagangan di Lantai 9.
Indrasari Wisnu Wardhana juga pernah menjabat sebagai Komisiaris PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau yang kerap disingkat PTPN. Saat itu, Indrasari Wisnu Wardhana diangkat oleh Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara sebagai Komisaris PTPN III dengan Surat Keputusan.
Surat itu berisi tentang Pengangkatan Komisiaris Utama dan Pengangkatan Dewan Komisiaris PTPN III. Surat Keputusan itu adalah Surat Nomor SK-398/MBU/10/2021 dan Surat Keputusan Nomor SK-399/MBU/10/2021 tanggal 10 Desember 2021.
Harta kekayaan tahunan Indrasari Wisnu Wardhana yang dilaporkan ketika masih menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga pada Kementerian Perdagangan adalah sekitar Rp 4,4 Miliar. Harta kekayaan Indrasari Wisnu Wardhana terdiri dari tiga tanah dan bangunan senilai Rp 3,35 Miliar.
Ketiga tanah tersebut terletak di Tangerang Selatan dan Bogor. Ketiganya merupakan hasil usaha Indrasari Wisnu Wardhana sendiri. Indrasari Wisnu Wardhana juga memiliki harta kekayaan berupa motor merek Scooy senilai Rp 10 juta, Honda Civic 2017 senilai Rp 437 juta.
Kasus Indrasari Wisnu Wardana
Indrasari Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung bersama 3 orang lainnya. Ketiga orang tersangka tersebut adalah General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup, Stanley MA, dan Komisiais Utama PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor.
Sebelumnya, Indrasari Wisnu Wardhana juga pernah berurusan dengan KPK di tahun 2019 lalu. Saat itu ia terseret kasus suap impor bawang putih oleh I Nyoman Dhamantra, mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.
Selain itu, Indrasari juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus suap impor ikan di Perum Perindo oleh eks Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda.
Itulah deretan rekam jejak Indrasari Wisnu Wardhana sebagai pejabat publik yang kini tersandung masalah mafia minyak goreng.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Tak Ada Cerita Namanya Angpao Hingga Parsel, KPK Ingatkan PNS Dan Penyelenggara Negara Tolak Gratifikasi Lebaran
-
Dirjen Kemendag Mustahil Sendirian di Korupsi Minyak CPO, Legislator Gerindra: Bongkar sampai Akar-akarnya!
-
Menteri Perdagangan Sempat Gembar-gembor, Ternyata Anak Buah Sendiri yang Jadi Mafia Migor
-
Daftar Pasal Menjerat Dirjen PLN Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam Kasus Ekspor CPO
-
Gapki Non Aktifkan Togar Sitanggang Tersangka Kasus Ekspor CPO Hingga Minyak Goreng Langka
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
-
Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal
-
BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026
-
Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran