"Sejak hari pertama puasa kita sudah mulai memasak. Kanji ini dibagikan ke masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya," kata Budi Dharma, yang biasa disapa Bang Agam.
Beberapa saat sebelum adzan ashar berkumandang, satu per satu warga berdatangan ke kompleks Masjid Al Furqan, mengecek apakah wadah yang mereka siapkan untuk menampung kanji rumbi sudah terisi.
Warga yang mangkuknya sudah terisi kanji rumbi kemudian membawanya pulang ke rumah untuk berbuka puasa.
Kanji rumbi merupakan salah satu hidangan khas Tanah Rencong yang jarang bisa ditemui di luar bulan Ramadhan.
Pemerhati sejarah Aceh Tarmizi Abdul Hamid menuturkan bahwa kanji rumbi merupakan bagian dari khazanah kuliner khas Provinsi Aceh, yang dijuluki Serambi Mekkah.
Menurut dia, kanji rumbi tidak sekadar lezat untuk dinikmati saat berbuka puasa, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
"Karena bumbunya seperti jahe, daun serai, kunyit, dan lainnya merupakan resep obat sejak dulu kala. Jadi makan bubur kanji rumbi ini menyehatkan," katanya.
Dia mengemukakan bahwa kanji rumbi merupakan hasil modifikasi dari makanan India yang sudah ada sejak abad ke-16, pada era kejayaan Kesultanan Aceh.
Orang-orang dari berbagai negara yang menyambangi Aceh pada masa itu membawa makanan khas dari negara asal mereka dan di Tanah Rencong makanan itu dimodifikasi sesuai dengan budaya Aceh dan syariat Islam.
Baca Juga: 4 Adab Berbuka Puasa yang Diajarkan Rasulullah SAW, Amalkan Agar Dapat Berkah
Menurut Tarmizi, pada era Kesultanan Aceh kanji rumbi merupakan hidangan spesial untuk para raja dan tamu-tamu kerajaan pada bulan Ramadan. Hidangan itu juga jarang ditemui di luar Ramadhan pada era kesultanan.
Kanji rumbi biasanya dimasak oleh koki yang sudah berpengalaman. Proses memasaknya pun berbeda di setiap daerah.
Di Aceh juga ada hidangan yang serupa dengan kanji rumbi, yakni Ie Bue Peudah. Makanan khas ini dibumbui dengan 44 jenis rempah-rempah dan diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan.
Namun, Ie Bu Peudah tidak segurih kanji rumbi dan hidangan itu lebih dianggap sebagai makanan bagi orang-orang di kampung, dayah, dan mushala.
Tarmizi mengemukakan bahwa hidangan-hidangan khas tradisional seperti kanji rumbi dan Ie Bue Peudah perlu dijaga kelestariannya.
Hidangan-hidangan tradisional khas Tanah Rencong itu bisa terus lestari apabila warga menyajikannya pada bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan, serta memopulerkannya di kalangan masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Menakar Urgensi Jurnal Tulis Tangan di Era Digital, Masih Relevan?
-
Ribuan warga Baduy ikuti tradisi Seba 2026
-
Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026
-
Benarkah Gotong Royong Sudah Punah Terbunuh Individualisme dan Kesibukan Orang Kota?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan
-
Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah
-
Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi
-
Soal Pendidikan di Era Prabowo, DPR: Ada Perubahan Nyata, Tapi Tantangannya Masih Sangat Berat