Custine melakukan kunjungan panjang ke Rusia pada 1839 untuk membuat tulisan tentang pemerintahan otoriter.
"Despotisme mengekang kebebasan berkembang rakyat," tulis bangsawan Prancis itu. "Semua pelayan di Kremlin bersikap sangat hati-hati dan curiga, terutama terhadap orang asing.”
Namun, diplomat, penulis, dan bangsawan Prancis itu juga mengungkapkan kekagumannya pada Kremlin.
"Sebuah metode konstruksi Rusia asli, yang mencatat kebutuhan Rusia dan jadi contoh tentang apa yang harus diikuti para pakar bangunan Rusia di kemudian hari."
Gereja Ortodoks selalu hadir Sejarawan Inggris, Merridale, menyebutkan gereja Ortodoks selalu hadir untuk mempersatukan pusat kekuasaan politik dan ikon kebudayaan Rusia, dua hal yang kelihatannya bertentangan.
Sebagai dampak invasi Mongol pada abad 14, para pemimpin federasi longgar Kievan Rus, yang saat ini menjadi Rusia, Ukraina, dan Belarus pindah ke Kremlin.
Sebuah gereja dibangun di dekat Kremlin, yang kemudian dikenal sebagai Katedral St. Basil dengan kubah keemasan, sebuah gereja ortodoks yang selalu hadir sepanjang sejarah Kremlin.
"Putin memanfaatkan koneksi gereja dan Kremlin untuk membangun citranya, melebihi para Tsar sebelumnya," kata Merridale.
"Dia berdoa dan menyulut lilin untuk dilihat publik dan menjalin kontak dengan para pemimpin gereja Ortodoks."
Baca Juga: Kehadiran Rusia di G20 Ditolak Sejumlah Negara, Kremlin Tegaskan Indonesia Sebagai Tuan Rumah
Ikon budaya Rusia
Kremlin juga selalu dijadikan tempat kediaman para Tsar. Namun, seiring dengan Revolusi Bolshevik pada 1918, untuk pertama kalinya Tsar digulingkan dan otoritas gereja ortodoks terputus. Kaum Bolshevik menguasai Kremlin.
Setelah itu para pemimpin komunis berkuasa dari Kremlin. Mereka membangkitkan lagi keunggulannya sebagai ikon budaya dan juga benteng pertahanan, baik dari serangan perang saudara, serangan pembunuhan, maupun pandemi mematikan. Lenin selamat dari pandemi kolera, tifus, dan flu Spanyol.
Ia punya kamar desinfeksi sendiri di sebelah kamar tidurnya. "Putin juga belajar dari Lenin untuk selamat dari pandemi saat ini. Pasalnya, Putin punya ketakutan luar biasa tertular COVID," kata sejarawan Inggris peneliti Kremlin itu.
Josef Stalin (1878-1953) yang jadi penerus Lenin, juga memanfaatkan sifat benteng pertahanan Kremlin.
Setelah kasus pembunuhan terhadap salah seorang pengikut setianya, Stalin tidak mempercayai siapapun. Ia mengusir seluruh "kamerad" dari Kremlin. Dimulailah era pembersihan dan proses pengadilan abal-abal.
Sebuah era teror di Rusia. Putin salahkan Gorbachev
Perubahan terus melanda Uni Sovyet. Muncul tokoh reformasi Mikhail Gorbachev yang menggaungkan program Glasnost dan Perestroika di tahun 1990-an. Sebagai dampaknya, Uni Sovyet bubar.
Kremlin sekali lagi jadi pusat kekuasaan Rusia. Vladimir Putin yang naik jadi Presiden Rusia untuk pertama kalinya tahun 2000, membebankan tanggung jawab kepada Gorbachev untuk bubarnya Uni Sovyet.
Kini Kremlin di tepian sungai Moskva kembali jadi pusat perhatian dunia. Bendera Rusia berkibar dan dari luar Kremlin tampak kokoh dan penuh kekuasaan. Namun di dalam, ada bahaya, seseorang yang akan kalah total.
"Putin kini menjadi orang yang dijaga paling ketat di Rusia. Tidak ada yang dapat menumbangkannya dengan cepat," pungkas Merridale. (as/ha)
Berita Terkait
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Bertemu Prabowo, Putin Nyatakan Rusia Terbuka Kerja Sama Berbagai Bidang dari Energi hingga Militer
-
Momen Pertemuan Prabowo dan Putin di Istana Kremlin
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
Arsitektur Sunyi 'Kremlin', Ruang Siksa Rahasia Orba yang Sengaja Dilupakan
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Jelang Muktamar PBNU, Gus Ipul Tegaskan Tak Semua PWNU-PCNU Punya Hak Pilih
-
Saat Stadion Tak Lagi Ramai, DPRD Usul Lahan Kamal Muara Disulap Jadi SMA Negeri
-
Kasus TPA Jatiwaringin: Mengapa Kebakaran TPA Terus Berulang, Apa Sebenarnya Akarnya?
-
Viral Perempuan Disabilitas Melahirkan, Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa di Jagakarsa
-
Ancam Hak Tanah dan Kriminalisasi Warga Adat, UU KSDAE Digugat ke MK!
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Melawan Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Resmi Serahkan Memori Banding
-
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
-
Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos
-
Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!