Suara.com - Mengetahui nomor darurat merupakan salah satu hal yang paling penting ketika kita bepergian ke suatu daerah yang belum pernah kita datangi sebelumnya. Jika kita pernah menonton film Hollywood maka sudah tidak asing dengan nomor 911. Tidak hanya di Amerika Serikat saja, ternyata nomor telepon darurat Bandung juga ada lho.
Nomor darurat ini digunakan sebagai layanan pertolongan ketika kita sedang berada dalam keadaan genting dan tidak ada orang lain yang dapat membantu. Ketika Anda sedang mudik ke Bandung atau Anda merupakan warga Bandung dan membutuhkan layanan pertolongan tersebut. Anda dapat menghubungi nomor telepon darurat Bandung di 112.
Nomor 112 dapat dihubungi tanpa dikenakan biaya alias gratis, bahkan dapat dihubungi saat keadaan ponsel terkunci. Jadi, anda tinggal memencet nomor difitur panggilan darurat yang ada ditampilan depan ponsel anda. Maka dengan begitu, petugas akan segera mengkonfirmasi dan melakukan tindakan yang semestinya.
Selain nomor telepon darutat Bandung 112, ada pula instansi-instansi lain di Bandung yang menyediakan layanan panggilan darurat. Nomor ini tentunya akan sangat membantu Anda ketika berada dalam keadaan yang genting, seperti kecelakaan lalu lintas, kebakaran, gangguan aliran listrik, aksi kriminalitas, bencana alam, dan lain sebagainya.
Berikut ini beberapa daftar nomor telepon darurat Bandung dan bebarapa instansi di Bandung. Catat nomor-nomornya agar membantu Anda.
• Call center Pemadam Kebakaran: 113
• Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung: (022) 7207113
• Call center Ambulance atau Kemenkes: 118/119
Baca Juga: Catat, Ini Nomor Telepon Darurat Surabaya Agar Mudik Aman dan Lancar
• Basarnas: 115
• Call center Posko Kewaspadaan Nasional: 122
• Call Center PLN: 022-123
PMI
• PMI Daerah Jawa Barat: 022-2500095
• Informasi & Layanan Transfusi darah: 022-4207051, 4207052
Tag
Berita Terkait
-
Catat, Ini Nomor Telepon Darurat Surabaya Agar Mudik Aman dan Lancar
-
Nomor Telepon Darurat Jakarta, Wajib Disimpan Jika saat Mudik Ada Kebakaran hingga Butuh Ambulans
-
Astra Siaga Lebaran 2022 Dukung Kegiatan Mudik Pelanggan 24 Jam, Ini Daftar Lokasi dan Nomor Telepon Penting
-
Ini Nomor Telepon Penting saat Perjalanan Mudik yang Wajib Diketahui, Catat baik-baik!
-
Niat Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya, Hafalkan untuk di Perjalanan Mudik
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'