Baru-baru ini, ramai diperbincangkan di media sosial, seorang ibu di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri karena mencuri sebuah HP dirumahnya.
Seorang wanita berinisial AL yang berusia 68 tahun dilaporkan oleh anak kandungnya, S, karena diduga mencuri HP. Kejadian tersebut terjadi di Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berikut sederet fakta mengenai kasus yang menimpa AL tersebut.
1. Bekerja sebagai buruh cuci di rumah anaknya
Menurut keterangan yang didapat, AL sudah bertahun-tahun bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga di rumah S, anak kandungnya sendiri. AL ditugaskan oleh anaknya untuk menjadi seorang buruh cuci, sekaligus menjaga anak-anak dari S.
Namun, diakui oleh AL, ia menuturkan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan upah dari anaknya tersebut.
2. Kronologi pencurian yang dilakukan AL
Diketahui, AL membutuhkan sejumlah uang untuk melunasi hutang-hutangnya. Bertahun-tahun bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah anaknya, AL tak juga mendapatkan upah. Ia kemudian nekat mencuri handphone anaknya tersebut dengan masuk ke kamar yang tidak dikunci. Ia kemudian melarikan diri dari rumah anaknya tersebut. S mengaku bahwa atas pencurian tersebut, ia mengalami kerugian sebesar Rp 4,5 juta.
3. AL menyesali perbuatannya
Baca Juga: Ibu Hamil Lihat Langsung Tikus Gado Makanan Warteg, Langsung Syok Saat Akan ke Puskesmas
Berdasarkan keterangan, AL menyesali perbuatannya tersebut. Meskipun demikian, AL menuturkan bahwa dirinya merasa kesal kepada S yang merupakan anak kandungnya karena tidak menafkahi dirinya, padahal ia sudah mengasuh lima anak S serta mencuci baju di rumah anaknya tersebut. AL kesal lalu nekat mencuri HP anaknya ketika sedang tertidur.
4. S mencabut laporannya
S, anak dari AL diketahui mencabut laporannya dan kemudian akan menyelesaikan perkara dengan cara kekeluargaan agar sang ibu tidak ditahan. Pihak kepolisian pun mengambil langkah dengan membuat jalan tengah, restorative justice dalam perkara tersebut. Sebelumnya, AL hampir dikenakan pasal 367 atas pencurian dalam keluarga.
Pemberitaan mengenai AL ini viral dan mencuri perhatian publik. Tak sedikit warganet yang merasa kesal pada S yang melaporkan sang ibu.
“Kalau enggak pernah membayar gaji kena pasal berapa? Iku ibukmo loh,” ujar warganet.
“Soal anaknya yang mempekerjakan ibunya dan enggak bayar gaji harus diusut dong,” tulis warganet dalam kolom komentar.
Berita Terkait
-
Pemuda Ini Rela Pura-Pura Wisuda demi Ibu hingga Pinjam Toga Orang Tak Dikenal, Endingnya Bikin Ngakak
-
Tak Terpisahkan, Dua Nenek Ini Berteman hingga 75 Tahun, Warganet: Bestie Dunia Akhirat
-
Bukan dengan Mixer, Ibu Satu Ini Bikin Kue Pakai Mesin Bor: 'STM Jurusan Listrik'
-
Ibu Hamil Lihat Langsung Tikus Gado Makanan Warteg, Langsung Syok Saat Akan ke Puskesmas
-
Canggih! Bayar Parkir Pakai Kartu E-Toll Jadi Viral, Jadi Sorotan Warganet
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU