Suara.com - Sebuah video penganiayaan di dalam masjid sedang beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan aksi seorang pria yang tiba-tiba maju dan memukul imam yang tengah memimpin salat berjemaah.
Salah satu yang mengunggah momen mengejutkan tersebut adalah akun Twitter @ndagels. Video itu sendiri diambil dari rekaman kamera CCTV yang mengawasi bagian dalam sebuah masjid.
Terlihat sekelompok jemaah pria yang sedang menunaikan ibadah salat. Saf pun telah dirapatkan, menandakan bahwa salat sudah dimulai dengan dipimpin seorang imam yang berdiri di dekat mimbar.
Hingga tiba-tiba seorang pria maju ke depan dan mendatangi imam yang tengah memimpin salat. Bahkan ia tanpa ragu membelah jemaah yang telah merapatkan saf untuk menuju tempat imam.
Tanpa basa-basi pula pria itu memukul sang imam. Segera setelahnya para jemaah langsung meninggalkan saf masing-masing dan mencoba menghentikan penganiayaan yang dialami imam.
Namun upaya ini malah berujung dengan aksi pengeroyokan. Bahkan ada beberapa jemaah yang tampak sangat emosional hingga memukuli dan menendang pria itu berkali-kali.
"Mohon jangan main hakim sendiri ygy," tutur @ndagels mengomentari aksi para jemaah, seperti dikutip Suara.com, Sabtu (7/5/2022).
Video ini tentu langsung menyita perhatian banyak warganet dan mendapat beragam komentar. Kebanyakan warganet mempertanyakan sikap para jemaah yang juga langsung terpancing emosi dan berakhir mengeroyok pria pemukul imam tersebut.
Namun faktanya, video ini sebenarnya sudah beredar sejak setahun yang lalu. Entah dengan alasan apa video tersebut kembali viral di media sosial dan berujung memicu ketegangan warganet.
Baca Juga: Viral Video Remaja Tuban Mesum, Mojok Siang-siang Ciuman di Atas Motor
Merujuk pada tanggal yang tertera di video, CCTV merekam insiden tidak terduga itu pada tanggal 7 Mei 2021.
Berdasarkan penelusuran Suara.com, pelaku pemukulan adalah Deni Ariawan (41) yang tega memukul imam Masjid Baitul Arsy di Pekanbaru, Riau ketika salat subuh berjemaah.
"Berdasarkan video yang kita terima, adanya pemukulan imam masjid saat melakukan salat subuh oleh pelaku inisial DA (41). Pelaku saat ini sudah kita amankan dan dalam penyelidikan lebih lanjut," ungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, kala itu.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Video Remaja Tuban Mesum, Mojok Siang-siang Ciuman di Atas Motor
-
Gabut Gegara Terjebak Macet, Sopir Bus Ini Justru Bersihkan Mobil Orang Lain di Depannya
-
Viral Kisah Perempuan Hidup Kembali Setelah Dinyatakan Meninggal Dunia, Buat Kaget saat Gedor Peti Mati
-
Kakek Nenek Punya 256 Cucu-Cicit, Sungkem Lebaran Bak Kumpul Sekampung! Ngasih Angpaonya Gimana?
-
Harus Rela Antre 1 Jam, Telur Dadar Thailand Ini Diburu Pembeli karena Rasa Uniknya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Dedi Mulyadi Jemput 13 Korban LC di NTT, Pastikan Proses Hukum Tetap Berlanjut!
-
Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan
-
Menteri PPPA Minta Hukum Transparan Bagi Oknum Brimob Penganiaya Anak di Tual
-
Nekat Jualan di Trotoar Tanah Abang, Wali Kota Ancam PKL Bandel dengan Pidana Ringan!
-
Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini
-
Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong
-
8 Fakta Tewasnya El Mencho, Dari Status 'Kode Merah' hingga Ancaman Perang Saudara Kartel
-
Busyro Muqoddas soal Vonis Perdana Arie: Ada Secercah Keadilan, Tapi Idealnya Bebas Murni
-
Pelihara Bandar? Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta Tiap Minggu
-
Pramono Anung Mau Sulap 153 Pasar Jakarta Jadi Destinasi Global