Suara.com - Umat Islam saat ini telah memasuki bulan bulan Syawal, ada salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan yaitu puasa Syawal selama enam hari. Terdapat keutamaan atau manfaat yang sangat baik bagi mereka yang mengerjakannya. Lantas puasa Syawal sampai tanggal berapa?
Puasa Syawal dapat dikerjakan mulai pada tanggal 2 Sayawal 1443 Hijriah. Karena pada tanggal 1 Syawal umat Islam dilarang mengerkan puasa sebab bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Sehingga haram hukumnya jika umat Islam berpuasa pada hari kemenangan tersebut. Lantas puasa Syawal sampai tanggal berapa? Simak ulasannya pada artikel berikut ini.
Puasa Syawal Sampai Tanggal Berapa?
Puasa Syawal dapat dikerjakan selama enam hari secara berurutan atau tidak berurutan. Puasa bisa dimulai pada tanggal 2 atau 3 Syawal. Puasa Syawal dapat dilakukan selama bulan Syawal dan ketika bulan Syawal berakhir maka berakhirlah puasa Syawal.
Puasa sunnah ini dapat dikerjakan secara urut dan tidak urut selama enam hari. Boleh dikerjakan sehari pada tanggal 4 sehari tanggal 6 dan seterusnya. Artinya tidak menjadi masalah jika dikerjakan tidak berurutan karena tetap mendapat keutamaan puasa Syawal.
Keutamaan Puasa Syawal
Beberapa Keutamaan puasa Syawal diantarannya yaitu:
1. Seperti Puasa Selama Satu Tahun Penuh
Orang mengerjakan puasa Syawal sama dengan mengerjakan puasa selama satu tahun penuh. Hal ini dijelaskan dalam salah satu hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Baca Juga: Niat Puasa Syawal Sesuai Sunnah dan Waktu Terbaik Mengerjakannya
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim).
2. Pahala Dilipatgandakan
Allah akan melipatgandakan pahala setiap orang yang berpuasa selama bulan Syawal.
Seperti dinarasikan dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah, Nabi SAW berkata, "Siapa saja yang puasa enam hari setelah Idul Fitri akan berpuasa selama satu tahun tersebut, dengan satu kebaikan dihargai 10 kebaikan serupa."
3. Meningkatkan Ketakwaan
Orang yang menjalankan puasa sunnah akan dapat meningkatkan ketaqwaan. Karena mau menjalani perintah ibadah sunnah.
Berita Terkait
-
Niat Puasa Syawal Sesuai Sunnah dan Waktu Terbaik Mengerjakannya
-
Bolehkah Puasa Syawal Meski Belum Bayar Utang Puasa Ramadhan? Ini Hukumnya
-
Apa Saja Keutamaan Puasa Syawal? Hanya 6 Hari Puasa Tapi Pahalanya Setara Setahun Penuh
-
Mana yang Didahulukan Puasa Syawal atau Mengganti Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya!
-
Doa Buka Puasa Syawal 6 Hari, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
PSI Usul Cara Lain Tambah PAD Jakarta, Tak Perlu Jual Nama Halte ke Parpol
-
Perkuat Otot Militer, RI-AS Resmi Bentuk MDCP: Fokus Teknologi Bawah Laut
-
Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
-
Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks
-
Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
-
Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab