Suara.com - Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dibuka. Sejumlah aturan diterapkan di tengah pandemi COVID-19 yang masih menghantui.
Sebelumnya penutupan dilakukan karena faktor cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem. Penutupan dilakukan selama satu bulan terakhir dengan pembatasan pendakian hanya 75 persen dari kapasitas sesuai aturan pemerintah.
Jalur pendakian yang dibuka dari tiga pintu masuk Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana-Sukabumi.
"Untuk pendakian sudah dibuka hari ini Selasa, calon pendaki dapat mendaftar online atau menghubungi call center kami. Jumlah pendaki yang diizinkan hanya 75 persen dari kapasitas sesuai aturan pemerintah atau sebanyak 600 orang setiap harinya," kata Agus.
Kuota pendakian ungkap dia, terbagi untuk tiga pintu, pintu masuk Cibodas sebanyak 300 orang, Gunung Putri 200 orang dan Selabintana 100 orang.
Pihaknya juga mengimbau calon pendaki untuk tetap menerapkan prokes ketat selama dalam perjalan hingga turun kembali.
Pendaki diminta untuk tetap menjaga kelestarian alam dengan tidak meninggalkan sampah sisa makanan serta menjaga kelestarian tanaman dan habitat yang ada di taman nasional termasuk tidak memetik bunga edelweis atau bunga abadi yang ada di puncak gunung.
"Kami meminta pendaki untuk tetap cerdas, menjaga lingkungan dan ekosistem di jalur pendakian dan mematuhi aturan yang berlaku, tidak memetik bunga dan membawa sampah sisa makanan saat turun gunung," katanya.
Pantauan hingga Selasa petang, ratusan orang pendaki sudah siap untuk melakukan pendakian salah satu gunung tertinggi di Jabar itu, dibukanya kembali jalur pendakian sudah dinanti pendaki dari berbagai daerah di Jabar, Jabodetabek dan beberapa provinsi lainnya.
Baca Juga: Sebanyak 60,5 persen Kelurahan di Sleman Zona Hijau COVID-19
"Kami sudah mendaftar sejak satu bulan menjelang ditutupnya pendakian, kami memilih mendaftar ulang karena sudah direncanakan untuk naik Gunung Gede setelah lebaran. Kebetulan kami sudah mendapat pemberitahuan kalau pendakian sudah dibuka hari ini," kata pendaki asal Bogor, Fajar Islami. (Antara)
Berita Terkait
-
Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya
-
Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa