Suara.com - Badan Intelijen Negara (BIN) kembali memanfaatkan libur panjang akhir pekan ini untuk percepatan program vaksinasi Covid-19 di sejumlah titik, termasuk di tengah keramaian wisata di Yogyakarta.
Di antaranya di Rumah Kepala Dukuh Karangwetan Sentolo, Kulon Progo; klinik Mediska Kota Yogyakarta; Mall Sleman City Hall; Pos Pengamanan Ambarrukmo Plaza Sleman; Posko Titik Nol KM Kota Yogyakarta; serta di Posko Parkiran Abu Bakar Ali Kota Yogyakarta.
Kepala BIN Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabinda DIY) Brigjen Pol Andry Wibowo mengatakan, kegiatan vaksinasi memanfaatkan keramaian musim libur diperpanjang karena ternyata arus wisatawan di DIY masih tinggi.
"Keramaian adalah tempat yang paling tepat menggelar layanan vaksinasi. Masyarakat tidak sungkan mampir karena bisa tetap sambil berwisata. Kesempatan ini kita manfaatkan, karena vaksinasi merupakan cara paling efektif dan efisien untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus pascalibur panjang Lebaran Idul Fitri 1443 H," kata Andry, Minggu (15/5/2022).
Selain menyasar wisatawan, vaksinasi juga menyasar masyarakat setempat yang belum melengkapi vaksin dosis ketiga atau vaksin booster.
"Vaksinasi hingga dosis booster sangat penting, karena untuk membangun imunitas di tengah adanya mutasi virus. Apalagi saat ini varian omicron berpotensi menyebar dengan cepat," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, capaian vaksinasi di Kota Yogyakarta sudah cukup tinggi bahkan untuk dosis satu dan dua sudah mencapai sekitar 200 persen dari target.
"Sedangkan untuk vaksinasi dosis penguat atau booster mencapai sekitar 76 persen," sambungnya.
Emma menuturkan untuk merek vaksinasi disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Realisasi Vaksin Booster di Kepri Diklaim Sudah Capai 42,14 Persen
"Selama libur lebaran kemarin kami juga tetap melayani di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas secara bergantian. Dan akan kami lanjutkan demi menuntaskan program vaksinasi nasional," tutupnya.
Sekadar informasi, kegiatan vaksinasi yang digelar BIN DIY yang dibuka sejak pagi hingga siang ini merupakan hasil kerja sama BIN DIY dengan Polda DIY, Dinas Kesehatan serta Pemerintah DIY.
Berita Terkait
-
Libur Waisak, Arus Lalu Lintas ke Gunungkidul Lebih Ramai Dibanding Libur Lebaran
-
Wisatawan asal Jakarta Hilang Digulung Ombak di Pantai Selatan Sukabumi, Balawisata: Ada Tato Burung Hantu di Lengan
-
Sering Gunakan Ponsel untuk Bantuan Navigasi saat Berkendara Motor? Ini 4 Tips agar Tetap Aman di Jalan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer