Suara.com - Pemerintah Aceh Barat tolak ternak dari luar daerah masuk wilayahnya karena wabah penyakit mulut dan kuku. Tim gabungan menjaga perbatasan.
Kepolisian dan Dinas Peternakan melarang dan menolak adanya ternak dari luar daerah masuk ke Kabupaten Aceh Barat.
Larangan tersebut dilakukan oleh pemerintah daerah bersama TNI dan Polri, bertujuan agar tidak terjangkit wabah PMK di daerah itu.
“Larangan ternak dari luar daerah masuk ke Aceh Barat untuk sementara ini untuk mencegah terjadinya wabah penyakit kuku dan mulut bagi ternak di dalam daerah,” kata Kabag Operasional Polres Aceh Barat Kompol Iswar di Aceh Barat, Senin.
Meski saat dilakukan razia oleh petugas kesehatan ternak yang diangkut ke Aceh Barat memiliki surat resmi, namun untuk sementara waktu, ternak yang berasal dari luar kabupaten tetap ditolak masuk ke Aceh Barat.
Selain itu, kata Kompol Iswar, sesuai dengan petunjuk yang ada, ternak dari dalam daerah untuk sementara waktu juga tidak diperbolehkan keluar dari Aceh Barat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, Danil Adrial meminta masyarakat agar menghentikan pasokan ternak sapi dan kerbau dari luar daerah, sebagai upaya untuk mencegah terjangkitnya wabah PMK yang saat ini sudah ditemukan di sejumlah daerah di Aceh.
Guna mengantisipasi terjangkitnya wabah PMK di Aceh Barat, kata dia, pihaknya bersama kepolisian melakukan penyekatan di pintu masuk perbatasan kabupaten, untuk melakukan pemeriksaan hewan ternak yang akan masuk dan keluar daerah.
Meski belum menemukan adanya kasus penularan PMK di Kabupaten Aceh Barat, pihaknya menegaskan kabupaten tersebut saat ini sudah masuk dalam daerah terancam.
Baca Juga: Bumi Mulawarman Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, 2 Wilayah Sudah Diuji
“Sampai hari ini belum ada kasus wabah, hal ini perlu kita antisipasi segera dengan penyekatan ternak yang akan masuk ke Aceh Barat,” tuturnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
Pemerintah Heran Stok Jagung Melimpah Tapi Harga Pakan Ternak Mahal
-
Di Tengah Puing Bencana, Warga Aceh Barat Kibarkan Bendera Putih
-
Waduh! Studi Temukan Bukti Hewan Ternak Makan Sampah Plastik, Bahayanya Apa Buat Kita?
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal
-
3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan
-
Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026
-
Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja
-
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran