Suara.com - Sebuah ruang obrolan virtual di Twitter bertajuk Safa Space mendadak jadi topik hangat. Pasalnya, forum tersebut dibuat oleh para fans KPOP yang melabrak seorang warganet bernama Safa lantaran dirinya dinilai telah menghina idola mereka yakni grup NCT.
Sontak, pengguna Twitter berbondong-bondong masuk dan merekam ruang obrolan virtual yang dibuka untuk umum tersebut.
Akhirnya, video rekaman yang berisi perseteruan antara Safa dan para oknum NCTZEN (sebutan untuk penggemar setia NCT) itu ditonton oleh warganet.
Tak lupa, warganet menyoroti beberapa pernyataan fans Kpop yang menjadi bahan bulan-bulanan.
Lantas, apa saja pernyataan yang diutarakan oleh sosok oknum NCTZEN itu?
1. Mengaku diri sebagai 'emaknya' 7 Dreams
Salah satu dari oknum NCTZEN yang tergabung dalam Safa Space menuntut Safa untuk memohon maaf dan mengaku tidak akan melakukan hal yang serupa. Yakni, mencuit tentang NCT yang dinilai para fans memuat hinaan terhadap grup idola tersebut.
NCTZEN tersebut mengaku dirinya sebagai emak dari subunit NCT, NCT Dream dan membela 'anak-anaknya' yakni Jaemin dan Renjun.
"Aku gak main-main, aku di sini sebagai emaknya 7Dream dan aku mau ngebelain anak-anaknya aku, Na Jaemin Huang Renjun dan lain-lainnya semua. Gimana Safa, kamu setuju? Kamu deal?" seru fans KPOP tersebut dalam Safa Space.
Baca Juga: Kronologi Perseteruan Safa Space dengan Sesama Fans Kpop sampai Jadi Trending Topic Twitter
2. Sebut dosennya kader Golkar
Tak ada angin, tak ada hujan, oknum NCTZEN itu menyinggung bahwa dosennya adalah seorang kader partai Golongan Karya (Golkar).
Sontak, pernyataan fans itu akhirnya menjadi bahan gunjingan warganet yang menirukan kalimat pernyataannya dalam nada mengolok-ngolok melalui berbagai cuitan.
"Kamu meragukan dosen saya? Kamu lupa ya? Dosen saya ini kader Golkar. Kamu kalau meragukan dosen saya, ini saya kasih nomor telpon beliau. Silakan ngobrol sama beliau.," ujar fans tersebut
"Dosen saya nih kader Golkar, dah gak kuat lanjut," tulis reaksi seorang warganet.
3. Mengaku aktivis HAM berusia 29 tahun
Berita Terkait
-
Kronologi Perseteruan Safa Space dengan Sesama Fans Kpop sampai Jadi Trending Topic Twitter
-
Nama Safa Jadi Trending Topic, Fans K-Pop Ribut Sampai Ngaku Aktivis HAM: Backingan Dosen Kader Partai Keluarga Aparat
-
Pedih! Photocard Idola Malah Dicoret Teman Sekelas Tanpa Ampun, Warganet: Enggak Sopan
-
5 Idol Kpop Gamer Hardcore Layaknya Pro Player
-
Ravn dan Keonhee Positif COVID-19, ONEUS Batal Tampil di KPOP.FLEX Jerman
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra
-
PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat
-
Undang Rocky Gerung, PDIP Bahas Isu yang Jadi Sorotan Masyarakat di Rakernas
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Mendagri Minta Bantuan 15 Ribu TNI-Polri Bersihkan Lumpur Sumatra
-
OTT Pegawai Pajak, DJP Siap Beri Sanksi jika Terbukti Korupsi
-
Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol
-
Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026
-
Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Ganjar: Sikap PDI Perjuangan Sangat Jelas!
-
Dosen Utama STIK: UU ITE Tak Melemah, Penyebar Hoaks Tetap Bisa Dipidana!
-
AMLI Soroti Dampak Ranperda KTR: Usaha Reklame Tertekan, Tenaga Kerja Terancam