Ia juga menengahi dua pertemuan puncak untuk pemimpin Korea Utara dengan Presiden Donald Trump saat itu. Hubungan itu mendingin setelah KTT Februari 2019 di Hanoi, Vietnam.
Namun Biden tampaknya berharap bahwa Moon mungkin dapat menghidupkan kembali sejumlah bentuk komunikasi dengan Kim.
Selain itu, topik yang juga akan dibahas oleh Presiden Yoon dan Biden adalah perdagangan. Presiden Korea juga diperkirakan akan mengumumkan bahwa negaranya akan menjadi anggota pendiri Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik yang diusulkan AS.
Pakta ini akan menjadi aliansi mitra regional yang dirancang untuk memperkuat rantai pasokan, meningkatkan infrastruktur, dan mendukung upaya transisi menuju energi bersih, dekarbonisasi, dan perdagangan yang adil. Pakta tersebut secara luas dilihat sebagai upaya membentuk aliansi keamanan regional yang dirancang untuk membatasi gerakan ekspansi agresif Cina di wilayah itu.
Jepang juga diharapkan akan menekankan dukungannya terhadap pakta tersebut ketika Biden tiba di Tokyo.
Meski demikian, Perdana Menteri Kishida punya sejumlah kekhawatiran tentang tumpang tindih pakta tersebut dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik.
Masalah keamanan jadi perhatian utama
Namun Tokyo dan Seoul punya keprihatinan utama, yakni masalah keamanan. "Alasan utama kunjungan Biden ke kawasan itu adalah pertemuan Quad di Tokyo dan sudah ada laporan bahwa pernyataan di akhir pembicaraan akan mencakup komitmen untuk bersama mencegah ekspansi Cina di kawasan itu," ujar James Brown, profesor hubungan internasional di Temple University, Tokyo.
"Perang Rusia di Ukraina benar-benar berfungsi menyoroti kekhawatiran banyak negara tentang Cina dan bagaimana kekuatan revisionis yang otoriter dapat mengambil keputusan sembrono," ujarnya.
Baca Juga: AS: Kunjungan Biden ke Korsel Mungkin Disambut Uji Nuklir Korut
Ketakutan yang melanda Asia Timur Laut adalah bahwa Beijing mungkin melakukan upaya yang sama sembrononya untuk merebut Taiwan secara paksa.
Konflik ini akan menyebabkan hilangnya banyak nyawa, kerusakan material dalam jumlah besar, dan mengacaukan ekonomi global.
"Saya juga berharap AS untuk menegaskan kembali komitmennya dalam melindungi Jepang di bawah payung nuklirnya dan menyerukan untuk memastikan stabilitas di Selat Taiwan," tambah Brown.
Anggota Quad tidak satu suara?
Namun, diskusi yang terjadi antara sesama anggota Quad diperkirakan tidak akan berjalan mulus. AS, Jepang, dan Australia berkomitmen penuh untuk memberikan bantuan kepada Ukraina dan telah memberlakukan sanksi yang luas terhadap Rusia.
Tidak demikian dengan India. Sebaliknya, New Delhi telah meningkatkan pembelian energi dari Rusia. Lalu, meskipun ingin mendiversifikasi sumber impor senjatanya, India masih terus sangat bergantung pada peralatan militer Rusia.
"Tampaknya India tidak sependapat dengan negara lain ketika berbicara tentang Rusia, tetapi saya berharap anggota Quad dapat mempersempit jurang ini dan menekankan komitmen mereka terhadap keamanan di kawasan Asia-Pasifik sambil menghindari komentar khusus tentang Rusia," kata Brown. ae/yf
Berita Terkait
-
Daftar Daerah yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa
-
28 Tahun Reformasi, Massa Aksi Kamisan Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM
-
Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir
-
Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur
-
Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!
-
Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti
-
Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi
-
Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden
-
GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma