Suara.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menyebut gerakan mahasiswa era kini dengan gerakan mahasiswa tahun 98 sangat jauh berbeda.
Hal itu disampaikan Romo Benny dalam diskusi bertajuk 'Jatuhnya Orde Baru dan Fenomena Marcos Jr Filipina' yang disiarkan melalui kanal Youtube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), pada Sabtu (21/5/2022).
Romo menuturkan gerakan mahasiswa serta elemen masyarakat tahun 1998 saat itu dari kesadaran hati nurani dengan pula proses yang cukup panjang.
"Kalau gerakan sekarang berbeda dengan 98 ya. Kalau 98 itu gerakan yang betul-betul persoalan tentang suara hati kita. Mereka ini betul-betul sebuah kesadaran kolektif dan itu lewat proses yang panjang. Jadi, bagaimana proses awal internalisasi kesadaran kolektif itu kita naungkan di kampus-kampus," kata Romo dalam diskusi,
Sedangkan, kata Romo, untuk gerakan aksi saat ini bukan lagi dari kesadaran dan spontanitas. Apalagi, juga dengan tuntutan aksi yang ingin dituju juga dianggap tidak terlalu paham.
"Bahwa yang sekarang ini, bukan lagi spontanitas bukan lagi kesadaran kolektif. Sehingga yang sekarang ini, mereka pun tidak memahami apa yang mereka tuntut itu tidak pahami," ungkapnya
"Kalau yang dulu kan jelas, kita menghadapi rezim diktator. Maka kita harus tumbangkan itu, dan kita kembalikan kita kepada satu demokrasi. Kesadaran itu dibangun dalam proses yang panjang bertahun tahun," katanya.
Menurutnya tuntutan dalam gerakan sekarang ini tidak mengaspirasi semua elemen mahasiswa. Malah, membuat mahasiswa terpecah tidak satu suara untuk melakukan gerakan aksi dengan tuntutan yang sama.
"Tidak seperti yang sekarang, tiba-tiba muncul satu tokoh yang tidak dikenal kemudian meluncurkan sesuatu yang sebenarnya, isu ini kan isu yang menurut saya tidak satu kesatuan yang bisa semua diterima oleh mahasiswa. Sehingga terjadi perpecahan," jelas Romo.
Baca Juga: Berkaca Pada Kasus Ade Armando, Cak Imin Nilai Kinerja BPIP Tidak Maksimal
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja