Suara.com - Meski pemilihan kepala daerah (Pilkada) Aceh masih akan berlangsung pada 2024 mendatang, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memiliki calon kuat untuk bertarung dalam ajang kontestasi politik lokal tersebut.
Nama Anggota DPR M Nasir Djamil menjadi calon kuat yang diajukan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW-PKS).
"Kita sudah mempersiapkan Nasir Djamil untuk maju sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2024 nanti," kata Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf di Aceh Besar seperti dikutip Antara, Rabu (25/5/2022).
Pernyataan tersebut disampaikan Makhyaruddin Yusuf saat jumpa pers kunjungan kerja Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim ke Aceh dan di depan pengurus PKS Pusat.
Namun, ia mengemukakan untuk mewujudkan hal tersebut, perlu kerja maksimal pada pemilihan legislatif agar mendapatkan kursi sebanyak mungkin.
"Paling penting kita persiapkan kendaraan dulu untuk bertempur di Pileg, meraih dukungan masyarakat sebanyak mungkin, sehingga kita punya kursi cukup mengusung Nasir Djamil," ujarnya.
Selain itu, ia mengemukakan, alasan PKS Aceh memilih Nasir Djamil karena yang sosoknya dinilai sudah cukup berpengalaman, matang serta memahami tentang pemerintahan.
Tak hanya itu, ia memastikan dalam suksesi Pilkada 2024 nanti, PKS juga akan merencanakan berkoalisi dengan beberapa partai politik lainnya, baik nasional maupun lokal.
"Sekarang kita juga sudah mulai membangun komunikasi dengan beberapa partai politik yang ada di Aceh," katanya.
Baca Juga: Haji Uma Sebut Bakal Ada Konflik Baru Jika Pilkada Aceh Tak Digelar 2022
Menanggapi hal tersebut Nasir Djamil menghargai dukungan dari DPW PKS Aceh untuk mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2024 mendatang. Secara pribadi, ia menyatakan bersedia, jika telah mendapatkan dukungan partai.
"Kita berharap apa yang telah dicita-citakan partai ini dapat terwujud, dan semua itu butuh kerja sama," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Jelang Vonis 2 Tahun Penjara, Delpedro Marhaen Beri 'Orasi Terakhir' di Aksi Kamisan
-
5 Poin Pertemuan Prabowo dan Dasco di Istana Jelang Lebaran 2026
-
Pandji Pragiwaksono di Aksi Kamisan: Delpedro Cs Harusnya Tidak Perlu Diperkarakan
-
Ahli Praperadilan Gus Yaqut Sebut Negara Tak Jualan Kuota Haji, Begini Keterangannya
-
Di Sidang Praperadilan Yaqut, Ahli Sebut Dana Haji Bukan Keuangan Negara
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun, Batal Dihukum Mati oleh Hakim
-
Lawan 'Pasal Karet' KUHP Baru, Delpedro Marhaen Gugat Aturan Berita Bohong dan Penghasutan ke MK
-
Diundang Bukber di Istana, Akankah Ulama dan Prabowo Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah?
-
Resmi! YouTuber Bigmo dan Resbob Tersangka Kasus Fitnah Azizah Salsha
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Birokrasi, Begini Respons Golkar