Suara.com - Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik akan pindah ke Partai Nasionalis jika keluar dari Gerindra. Bahkan ada kabar dia akan pindah ke Partai NasDem.
Politikus Partai Gerindra DKI itu menjelaskan kariernya di politik diawali dari partai nasional.
"Insya Allah," kata Mohamad Taufik usai menghadiri pengucapan sumpah Wakil Ketua DPRD DKI yang baru di gedung DPRD DKI, Kamis.
taufik pun akan hijrah ke partai nasionalis apabila akan bergeser dari Gerindra.
"Saya kan berangkatnya dari partai nasionalis. Pasti kalau mau bergeser pun, kecenderungannya ke partai nasionalis," ucapnya.
Hanya saja Taufik belum memutuskan waktu untuk pindah partai karena harus keluar terlebih dahulu dari partai sebelumnya.
"Kalau saya mau pindah ke partai lain, maka saya harus keluar dulu dari partai saya," ucapnya.
Ia mengakui banyak yang meminta tetap bertahan di Gerindra DKI.
Salah satunya dari Ketua DPD Gerindra DKI sekaligus Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.
Baca Juga: Mohamad Taufik Beri Sinyal Bakal Keluar Dari Partai Gerindra dan Pindah ke Nasdem
Sebelumnya, ia juga berencana akan mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta setelah lengser dari pimpinan DPRD DKI.
Taufik belum menyampaikan pengajuan resmi kepada DPRD DKI atau kepada pihak terkait termasuk kepada Ahmad Riza Patria.
"Kami berpartai kan butuh kenyamanan. Kalau Anda tidak nyaman di dalam suatu rumah kan pilihannya cuma dua, diam saja atau keluar dari rumah," ucapnya.
Taufik hadir dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta untuk pelantikan pengganti dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI periode 2019-2024.
Adapun pengganti Taufik adalah juniornya yakni Rany Mauliani yang sebelumnya sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI dan duduk di Komisi E DPRD DKI. (Antara)
Berita Terkait
-
Rusdi Masse Dikabarkan Mundur dari NasDem, Bakal Merapat ke PSI?
-
KPK Tegaskan Tak Ada Uang Mengalir ke Partai Gerindra dari Dugaan Pemerasan Bupati Sudewo
-
Anies Didorong Partai Gerakan Rakyat Maju Pilpres 2029, NasDem: Kita Belum Pikirin!
-
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
-
Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
-
Macet Parah di RE Martadinata, Sebagian Rute Transjakarta 10H Dialihkan via JIS
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua