Suara.com - Sampah plastik atau plastik bekas kemasan ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Bahkan potensi perputaran nilai ekonomi dari pengolahan plastik bekas kemasan berbahan polyethylene terephthalate (PET) mencapai Rp 100 miliar per tahun.
Founder dan Ketua Parahita Mulung, Yansyah mengambil contoh di Pulau Bali, di mana setiap tahunnya pulau Dewata menghasilkan sampah plastik mencapai 300 ribu ton, dengan asumsi harga perkilo Rp 1.500 sampai Rp 3.000.
"Jika total sampah tadi diproses dengan baik di daur ulang potensi ekonomi sampah daur ulang di Bali mencapai Rp 100 miliar," ucap Yansyah di Jakarta, Selasa (7/6/2022).
Menurutnya polusi sampah adalah salah satu penyebab kehancuran ekologis, namun sampah bukanlah musuh manusia, tanpa disadari sampah telah menjadi bagian dari peradaban.
"Sampah menjadi momok bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, ketidakpedulian soal sampah secara langsung dan tidak langsung mensponsori kerusakan alam. Sebaliknya dengan pengelolaan yang tepat, sampah adalah material baru yang memiliki potensi energi dan ekonomi," kata Yansyah.
Yansyah juga menerangkan bahwa di bawah Presiden Jokowi telah keluar Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Itu menandakan keseriusan pemerintah di dalam pengaturan pengelolaan sampah dan potensi ekonomi yang dimilikinya.
Apalagi kata dia, tahun ini, Indonesia khususnya Pulau Bali akan menjadi tuan rumah perhelatan Presidensi G20 dengan tema Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yaitu From Risk to Resilience: Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World yang juga dalam konteks Indonesia adalah “Memperkuat Kemitraan Menuju Ketangguhan Berkelanjutan.”
Sebagai langkah awal, Mulung Parahita bakal berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut Republik Indonesia berinovasi menciptakan Ekosistem Penanganan Lingkungan yang menggerakkan desa-desa pesisir untuk bersama-sama menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber secara digital dan mewujudkan ekonomi sirkular.
Salah satu agenda terdekatnya adalah menyelenggarakan Kick-Off meeting untuk kampanye lingkungan Solo Triathlon sejauh 1.293 km dari Bali menuju Jakarta selama 30 hari dalam Kampanye ke-2 yang bertajuk "The Rising Tide".
Baca Juga: Ngeri Banget! Timbunan Sampah Plastik Cemari Laut Indonesia
"Oleh karena itu, kami mengundang semua pihak, dimulai dari pemerintah, ilmuwan, peneliti, akademisi, industri, LSM, komunitas serta masyarakat agar mendukung serta berpartisipasi dalam kampanye lingkungan “The Rising Tide” di mana Kampanye ini merupakan deklarasi untuk memulai aksi nyata terhadap darurat iklim di bumi pertiwi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan