Suara.com - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau temukan 57 proyektil peluru aktif di galangan kapal PT ASL Shipyard Batam, Rabu hari ini. Peluru itu disita Unit Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Kepri.
Proyektil peluru yang berhasil ditemukan petugas yaitu amunisi ukuran 7,62 x 56 mm sebanyak 43 butir; ukuran 7,62 x 57 mm sebanyak 3 butir; ukuran 7,62 x 63 mm sebanyak 6 butir; 45 "Automatic Colt" Pistol (ACP) sebanyak 2 butir dan 9 mm sebanyak 3 butir.
Proyektil peluru aktif itu ditemukan oleh seorang pekerja yang sedang melakukan perbaikan kapal.
"Proyektil peluru tersebut masih aktif. Pihak perusahaan langsung berkoordinasi dengan kami terkait temuan tersebut," ujar Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kepri Kombes Pol Muhammad Rendra Salipu di Batam Kepulauan Riau, Rabu.
Rendra menjelaskan, saat sterilisasi oleh Unit Jibom Brimob Polda Kepri ditemukan puluhan butir proyektil, Proyektil peluru itu terdiri dari yang aktif dan tidak aktif.
"Ada 57 amunisi aktif yang ditemukan di sekitar lokasi," ungkapnya..
"Amunisi yang tidak aktif yang ditemukan Unit Jibom adalah selongsong 7,62 x 56 mm sebanyak 3 butir, proyektil 7,62 mm sebanyak 3 butir, proyektil 25,5 mm sebanyak 1 butir dan proyektil 11,5 mm sebanyak 1 butir," ucapnya.
Rendra menyebutkan bahwa temuan proyektil peluru tersebut saat ini telah diamankan oleh Unit Jibom Brimob Polda Kepri.
"Setelah dilakukan sterilisasi oleh Unit Jibom Satuan Brimob Polda Kepri,pekerja di PT ASL sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasa," katanya. (Antara)
Baca Juga: Popularitas Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ungguli Marlin Agustina Versi Riset Liberte Institute
Berita Terkait
-
Mensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kepri
-
Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam
-
Digerebek Suami Sendiri, Ibu Bhayangkari di Kendari Kepergok Ngamar dengan Oknum TNI
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta