News / nasional
Pebriansyah Ariefana
Fadli Zon soal Habib Rizieq. (YouTube/Fadli Zon Official)

Suara.com - Politikus Partai Gerindra sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon menyambut baik Presiden Jokowi ganti menteri atau reshuffel Kabinet. Menurutnya itu justru wajib dilakukan jika ditemukan menteri tang menjadi beban pemerintah dan hajat hidup odang banyak.

Selain itu pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

"Wajar saja ada reshuffle, bahkan menurut saya wajib dilakukan jika ada menteri yang dianggap tidak pada tempatnya," ujar Fadli Zon ditemui usai Kick Off Meeting P20 di Surabaya, Jawa Timur,Rabu.

Pergantian menteri, kata dia, harus juga dinilai apakah para menteri yang merupakan sistem pendukung sudah bekerja sesuai tugas, pokok dan fungsinya.

Baca Juga: Dilantik Jokowi Sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Ini Rekam Jejak Afriansyah Noor

"Yang pasti, kalau ada menteri yang dianggap tidak pada tempatnya, lalu malah menjadi beban pemerintah dan hajat hidup orang banyak maka sifatnya wajib diganti," ucapnya.

Sebelumnya Jokowi melantik Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pelantikan Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 64P Tahun 2022 tentang Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019—2024 yang ditetapkan pada 15 Juni 2022.

Zulkifli Hasan merupakan Ketua MPR periode 2014—2019, yang juga saat ini merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi.

Sedangkan, Hadi Tjahjanto merupakan Panglima TNI periode 2017—2021 yang ditunjuk sebagai Menteri ATR/Kepala BPN menggantikan Sofyan Djalil.

Baca Juga: Tiga Kali Jokowi Merombak Kabinetnya, Dua Menteri Dilantik

Tak itu saja, di tempat sama Jokowi juga melantik tiga wakil menteri baru yang berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 M tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019—2024.

Komentar

terkini