Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, balas mengejek para pemimpin Barat yang mengolok-olok fotonya saat bertelanjang dada. Putin mengatakan bakal "jijik" jika melihat Boris Johnson dan pemimpin G7 lainnya telanjang.
Ejekan terhadap Putin terjadi ketika para pemimpin negara anggota G7 berkumpul di Jerman, awal pekan ini.
Mereka berkelakar soal foto-foto Putin yang bertelanjang dada saat menunggang kuda, membawa senapan berburu, hingga memancing.
Baca juga:
- ‘Apakah Vladimir Putin kaya?’ dan pertanyaan lainnya soal presiden Rusia
- Kartu identitas intelijen milik Vladimir Putin ditemukan di Jerman
- Apa kaitan racun, kekuasaan, dinas mata-mata Rusia, dan Vladimir Putin?
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berkata kepada rekan-rekan sesama pemimpin negara anggota G7 bahwa mereka harus melepas baju untuk "menunjukkan bahwa kita lebih tangguh dari Putin".
Boris Johnson juga meminta para pemimpin "memperlihatkan otot dada", sementara Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengusulkan agar mereka "telanjang dada sembari menunggang kuda".
Ketika ditanya apa tanggapannya soal komentar-komentar tersebut, Putin menjawab: "Saya tidak tahu apakah mereka mau telanjang dari pinggang ke atas atau dari pinggang ke bawah, tapi apapun itu saya pikir hal tersebut bakal menjijikkan."
Merujuk perkataan sastrawan Rusia, Alexander Pushkin, Putin berujar: "Anda bisa menjadi orang pintar dan berpikir soal kecantikan kuku-kuku Anda."
"Saya jelas sepakat dengan ini: segala sesuatu dalam diri seseorang harus berkembang selaras, baik jiwa dan raga.
Baca Juga: Jokowi Bertemu Vladimir Putin, Apa Saja yang Dibahas?
"Namun agar semuanya bisa selaras, Anda harus berhenti minum-minum alkohol dan kebiasaan buruk lainnya, lalu berlatih, berolahragalah."
"Kolega-kolega yang Anda sebutkan, saya mengenal mereka secara pribadi—kami tidak berada pada masa yang baik dalam hubungan kami, ini bisa dipahami.
"Bagaimanapun, mereka semua pemimpin, yang artinya mereka punya karakter. Dan jika mereka mau, mereka jelas akan mencapai kemajuan yang diinginkan.
"Tapi Anda juga harus mengurus diri sendiri. Dan kenyataan bahwa mereka membicarakannya, itu sudah baik, saya akan menyanjung mereka untuk hal ini," tambahnya.
Ketika Boris Johnson diberi kabar soal tanggapan Putin saat konferensi pers NATO pada Kamis (30/6), dia tidak merespons secara langsung. Johnson merujuk bagaimana negara-negara Barat punya sikap bersama tentang invasi Ukraina.
Baca juga:
- Vladimir Putin: 20 tahun kekuasaan dalam 20 foto
- Rusia serang Ukraina, siapa orang-orang penting yang didengar Putin?
- Pria yang membantu mantan agen KGB Vladimir Putin menjadi presiden
'Maskulinitas beracun'
Putin juga ditanyai soal pernyataan Boris Johnson pekan ini.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman, ZDF, PM Inggris tersebut mengatakan invasi "gila, macho" ke Ukraina adalah "contoh yang sempurna soal maskulinitas beracun". Dia juga menyeru agar "semakin banyak perempuan menduduki posisi kekuasaan".
Menanggapi komentar itu, Putin merujuk pada konflik 1982 antara Inggris dan Argentina yang memperebutkan Kepulauan Falkland atau Malvinas.
"Saya hanya ingin mengingat kejadian dalam sejarah, ketika [PM Inggris] Margaret Thatcher memutuskan untuk memulai permusuhan militer terhadap Argentina terkait Kepulauan Falkland.
"Jadi seorang perempuan memutuskan memulai permusuhan. Di mana Kepulauan Falkland dan di mana Inggris? Dan kejadian ini didikte oleh ambisi kekaisaran, tiada lain. Mengonfirmasi status kekaisaran mereka.
"Karena itu, saya pikir kejadian itu bukan kiasan yang sangat tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi sekarang, jelas bukan dari perdana Menteri Inggris saat ini."
Konflik terkait Kepulauan Falkland dimulai pada April 1982 dan berlangsung selama 10 pekan. Konflik dimulai ketika pasukan Argentina menginvasi Kepulauan Falkland, koloni Inggris di perairan Atlantik selatan.
Argentina mengklaim mendapat warisan kepulauan itu dari Spanyol pada 1800-an sehingga ingin mengambil alihnya.
Inggris, yang menguasai kepulauan tersebut selama 150 tahun, mengirim angkatan bersenjata melalui jalur laut untuk mempertahankannya. Pasukan Argentina menyerah pada 14 Juni 1982.
Berita Terkait
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
-
Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin
-
Vladimir Putin Batuk, Amerika Serikat dan Sekutunya Ketar-ketir
-
Amerika Serikat Mulai Nantang Rusia, Peringatkan Kremlin Tak Ikut Campur Perang Iran
-
Deretan Ayat Alquran yang Pernah Dikutip Vladimir Putin
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI
-
Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital
-
PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif
-
Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta
-
Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial
-
Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi
-
Pemprov DKI Minta TNI dan PT Temasra Jaya Hentikan Pembongkaran Bangunan di Menteng
-
Viral Zebra Cross Hilang Disulap Jadi Pac-Man di Tebet, Dinas Bina Marga DKI Buka Suara
-
PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik