Suara.com - Dewan Pengawas KPK sudah menjadwalkan sidang etik dengan terperiksa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar terkait kasus dugaan gratifikasi tiket MotoGP Mandalika akan digelar hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB.
Anggota Dewas KPK Harjono mengatakan, majelis sidang etik nantinya tidak akan menyinggung dalam sidang adanya kabar berhembus mengenai dugaan Lili Pintauli ingin menyuap anggota Dewas dengan tujuan agar tidak dilanjutkan kasus MotoGP ini ke sidang etik.
Menurut Harjono, Dewas KPK belum sama sekali menerima laporan atau memiliki bukti rencana adanya dugaan suap yang ingin dilakukan Lili Pintauli tersebut.
"Kan sidang itu kasus balap motor Mandalika. Dugaan suap belum ada bukti-bukti, atau pengaduan. Tanpa itu kami tidak bisa periksa," kata Harjono dikonfirmasi, Selasa (5/7/2022).
Harjono mengetahui rencana dugaan suap yang ingin dilakukan Lili itu baru diketahuinya hanya sebatas dari media sosial.
"Kami baru tahu dari medsos soal adanya usaha untuk suap Dewas," ucapnya.
Informasi terkait rencana dugaan suap Lili kepada Dewas pertama kali diberitakan oleh Koran Tempo per tanggal 2 Juli 2022. Di mana, tujuan suap itu agar Lili tidak menjalani ke tahap sidang etik dalam kasus gratifikasi MotoGP Mandalika ini.
Masih dalam artikel Koran Tempo, adapun uang suap itu dikumpulkan Lili dibantu oleh Corporate Secretary PT. Pertamina Brahmantya Satyamurti Poerwadi bersama rekan lainnya.
Uang itu disebut terkumpul mencapai 200 ribu dollar Amerika Serikat. Kalau dirupiahkan mencapai Rp 3 miliar. Diduga, uang itu sebagai skenario agar Dewas KPK tidak melanjutkan ke sidang etik. Namun, masih dalam investigasi Tempo disebutkan bahwa Dewas KPK menolak terkait itu.
Baca Juga: Lili Pintauli Jalani Sidang Etik Kasus "Tiket Nontot MotoGP" Secara Tertutup, Tapi Keputusan Terbuka
Dalam sidang etik Lili Pintauli terkait dugaan gratifikasi MotoGP kali ini, Dewas KPK sudah meminta sejumlah klarifikasi sejumlah pihak. Di antaranya Dirut Pertamina Nicke Widyawati serta jajarannya. Kemudian, pihak terlapor Lili Pintauli pun juga sudah diperiksa oleh Dewas.
Sebagaimana diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik karena menerima fasilitas mewah saat menonton ajang MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Laporan itu diketahui dari dokumen yang didapat pada Selasa (12/4/2022).
Berdasarkan dokumen tersebut, Lili diduga mendapatkan fasilitas menonton MotoGP per tanggal 18 sampai 20 Maret 2022 pada Grandstand Premium Zona A-Red.
Selain itu, Lili juga mendapatkan fasilitas menginap di Amber Lombok Resort pada tanggal 16 Maret sampai 22 Maret 2022.
Berita Terkait
-
Lili Pintauli Jalani Sidang Etik Kasus "Tiket Nontot MotoGP" Secara Tertutup, Tapi Keputusan Terbuka
-
Hari Ini Dewas KPK Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik "Nonton MotoGP Mandalika" Lili Pintauli Siregar
-
Heboh Isu Mundur, KPK Tegaskan Lili Pintauli Siregar Masih Bekerja Sebagai Pimpinan
-
Di Tengah Beredar Kabar Lili Pintauli Mundur, Dewas KPK Jadwalkan Sidang Etik Soal Tiket MotoGP 5 Juli Mendatang
-
Sidang Etik Lili Pintauli Siregar Digelar Pekan Depan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital