Suara.com - Seorang tenaga kesehatan menceritakan pengalamannya ketika menangani pasien anak berumur 7 tahun yang mengalami kejang-kejang dan berujung nyawanya tidak bisa diselamatkan karena anak tersebut diberikan es kopi oleh orang tuanya.
Cerita ini diunggah oleh akun Instagram @igtainmenttt pada Rabu (06/07/22).
"Semoga bisa membuka pintu hati ibu-ibu yang masih memberikan kopi ke anaknya. Gimana pendapat kalian ibu-ibu?" tulis akun Instagram ini.
Perempuan yang bekerja sebagai tenaga kesehatan ini kemudian menceritakan alur kejadian anak usia 7 tahun yang diberikan minuman kopi oleh orang tuanya ketika mengalami kejang dan berakibat nyawanya tak bisa ditolong.
Bermula dari datangnya seorang pasien berumur 7 tahun dengan keluhan kejang-kejang. Orang tua pasien menjelaskan bahwa sebelum kejang, anaknya mengalami demam.
Perempuan ini kemudian mengungkapkan bahwa kemungkinan pasien tersebut mengalami demam kompleks. Penanganannya hanya dengan memberikan obat anti kejang melalui dubur.
"Ada seorang anak kecil usia 7 tahun, datang pukul 04.30 WIB, diantar oleh orang tuanya dengan keluhan kejang. Sampai di UGD masih kejang. Saya pikir kemungkinan kejang demam kompleks. Nyawa masih bisa tertolong dengan memasukkan obat anti kejang lewat dubur," ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kejang yang dialami pasiennya tak juga berhenti. Hingga akhirnya obat anti kejang tersebut dimasukkan melalui infus. Namun ternyata pemberian obat anti kejang melalui infus juga tidak menghentikan kejang pasien, hingga pasien harus buang air kecil dan besar di ranjang pasien.
"Ternyata kejang nggak berhenti-henti. Akhirnya si pasien dimasukkan obat kejang melalui infus. Sampai sini nggak berhenti juga kejangnya. Saking lamanya kejang, pasien sampai BAK dan BAB di ranjang pasien," jelasnya.
Baca Juga: Gugatan Cerai Terkuak, Nathalie Holscher Hapus Semua Foto-foto Sule di Instagram
Hal ini pun membuatnya curiga dengan keadaan pasien. Menurutnya pasien sudah masuk status epileptikus atau keadaan kejang yang berlangsung lama dan bisa membuat pasien mengalami penurunan kesadaran.
Karena ada indikasi epileptikus, ia kemudian menghubungi dokter spesialis anak untuk berkonsultasi. Dokter spesialis anak tersebut memberikan perintah untuk memberikan obat kejang yang lebih bagus.
Akhirnya kejang yang dialami anak tersebut berhenti. Saat kejang berhenti, terdengar suara seperti orang yang sedang berkumur-kumur.
Tak lama setelah itu, anak tersebut kembali mengalami kejang. Tenaga kesehatan yang menangani pun kemudian melakukan tindakan suction atau menyedot cairan yang ada di jalan nafas.
Tersedotlah kopi dengan jumlah yang sangat banyak. Ternyata orang tua dari anak ini memberikan es kopi pada anaknya. Hal ini dilakukan karena orang tuanya mempercayai mitos bahwa kopi dapat menghentikan kejang.
"Ternyata orang tua pasien ini ngasih kopi. Maaf, bukan bubuk kopi bubuk, tapi es kopi ke anaknya, karena orang tua ini percaya mitos bahwa kopi dapat menghentikan kejang," ujarnya.
Berita Terkait
-
Gugatan Cerai Terkuak, Nathalie Holscher Hapus Semua Foto-foto Sule di Instagram
-
Nathalie Holscher Resmi Gugat Cerai Sule, Putri Delina Disalahkan, Netizen: Anak Tiri Yang Jahat
-
Blokade Upaya Penangkapan Buron Pencabulan Santriwati, Puluhan Orang Diamankan dari Pesantren Shiddiqiyyah Jombang
-
Instagram Indra BIP Digeruduk Gegara Dekat dengan Putra Kiai Jombang Tersangka Pencabulan Santriwati
-
4 Cara Mudah Mengelola Lemari Pakaian Anak agar Tidak Berantakan
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil