Suara.com - Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan Amerika Serikat demi menghindari apa yang dia sebut sebagai "kegagalan pencegahan bencana" di kawasan Indo-Pasifik.
Menhan Marles menyatakan hal itu dalam pidato di Washington DC dan menyebut China terlibat dalam pengembangan kekuatan militer terbesar sejak akhir Perang Dunia II.
"Sangat besar. Hal itu telah mengubah keadaan strategis Indo-Pasifik dan dunia," katanya saat memaparkan pandangannya dalam forum yang digelar Center for Strategic and International Studies (CSIS), Senin (11/07).
Dia memperingatkan aliansi Australia dan AS tidak akan "tinggal diam" begitu saja, seraya menambahkan bahwa aliansi akan beroperasi di lingkungan strategis yang jauh lebih menantang di tahun-tahun mendatang.
"Aliansi ini perlu berkontribusi untuk menyeimbangkan kekuatan militer yang bertujuan untuk menghindari kegagalan pencegahan bencana," katanya.
"Peristiwa di Eropa memperjelas risiko yang kita hadapi ketika pengembangan militer satu negara bisa meyakinkan pemimpinnya bahwa manfaat konflik sepadan dengan risikonya," tutur Menhan Marles.
Dia tidak secara khusus merujuk Taiwan dalam pidatonya tapi mengatakan invasi Rusia ke Ukraina tidak dapat dibiarkan.
"Dengan memastikan taktik [invasi] seperti itu gagal, kita dapat menghalangi upaya mereka di masa depan, baik di Eropa, Indo-Pasifik, atau tempat lainnya," katanya.
Menurut dia, AS memandang Australia sebagai pemimpin di kawasan ini dan Pemerintahan PM Anthony Albanese akan melaksanakan bagiannya, termasuk mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk keamanannya sendiri.
Baca Juga: Para Pemimpin di Asia-Pasifik Kecam Penembakan Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe
"Kami akan melakukan investasi yang diperlukan untuk meningkatkan jangkauan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Australia sehingga mampu menahan kekuatan musuh dan infrastruktur yang lebih jauh dari Australia," katanya.
Finalisasi kesepakatan AUKUS
Kunjungan Menhan Marles ke Amerika Serikat merupakan yang pertama sebagai Menteri Pertahanan dan Wakil Perdana Menteri.
Dia memulai kunjungan resminya dengan melakukan peletakan karangan bunga di Makam Prajurit tak Dikenal di Pemakaman Nasional Arlington, selanjutnya dijadwalkan bertemu Menhan AS, Lloyd Austin akhir pekan ini.
Menhan Marles juga akan mengadakan pembicaraan dengan anggota Kongres tentang kerja sama AUKUS dengan Inggris dan AS, di mana Australia akan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir.
Dia menjelaskan fokus kunjungannya ke Washington adalah menemukan cara untuk mengatasi kesenjangan kemampuan armada kapal selam Australia sebelum kapal selam AUKUS beroperasi.
"Saat kami menjalani proses ini, kami juga ingin mencari tahu apakah ada cara yang dapat dilakukan lebih cepat daripada tahun 2040-an?" ujarnya.
Berita Terkait
-
Ulasan The Family Plan 2: Sisi Jenaka Mark Wahlberg yang Mengocok Perut!
-
Ubah Patah Hati Jadi Motivasi, Intip Makna Lagu Terbaru BoyNextDoor 'Viral'
-
Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital
-
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
-
Selamat! 12 Finalis Desainer Muda IYFDC 2026 Terpilih, Berpeluang Sekolah Mode di Italia
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax
-
MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total
-
Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia
-
Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng
-
Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah
-
Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan
-
5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!