Suara.com - Baru-baru ini, pemerintah berencana memberlakukan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk keperluan pembelian LPG kg sama seperti pembelian Solar dan Pertalite. Lantas, kapan beli LPG pakai aplikasi?
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menetapkan aturan baru mengenai pembelian Solar dan Pertalite. Pada 1 Juli 2022, Pemerintah menetapkan bahwa kendaraan roda empat yang membeli pertalite dan solar diwajibkan menggunakan aplikasi MyPertamina.
Jika pemerintah sudah menetapkan aturan baru untuk pembelian solar dan pertalite, lalu kapan beli LPG pakai aplikasi? Melansir dari berbagai sumber, berikut ini ulasannya.
Dibanding pertalite, pembelian LPG 3 kg menggunakan MyPertamina ini telah diuji coba lebih dulu. Adapun penggunaan basis data konsumen dalam program itu yaitu DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) milik Kemensos (Kementerian Sosial).
Uji coba untuk pembelian LPG 3 kg menggunakan aplikasi MyPertamina ini sudah dilakukan sejak bulan Maret 2022. Uji coba tersebut hingga saat ini sudah memasuki tahap 6.
Adapun uji coba tersebut ilakukan di 5 kota/kabupaten dan 96 pangkalan dengan mencakup 18.307 keluarga. Uji coba ini rencananya akan dilakukan dari minggu ke-1 hingga minggu ke empat bulan Juli 2022.
Cara Beli LPG 3 Kilogram Melalui Aplikasi MyPertamina
Untuk pembelian LPG 3 kilogram dengan menggunakan aplikasi MyPertamina ini masyarakat perlu daftar terlebih dulu dengan mengisi identitas diri di website MyPertamina. Lewat pendaftaran tersebut, pengguna akan memperoleh code QR untuk keperluan pembelian LPG subsidi maupum BBM.
Adapun pendaftaran tersebut dapat dilakukan melalui situs resmi Pertamina di subsiditepat.mypertamina.id. Langkah berikutnya yaitu menyiapkan dokumen seperti KTP dan sejumlah dokumen pendukung lainnya. Selain itu, siapkan juga alamat email untuk proses pendaftaran.
Baca Juga: Kritik Penggunaan MyPertamina, Pakar: Lebih Baik Pertalite untuk Angkot dan Sepeda Motor Saja
Jika semua syarat yang diperlukan telah dipenuhi, tahap selanjutnya yaitu melakukan konfirmasi dengan klik ‘daftar sekarang’.
Jika Anda memperoleh notifikasi tentang ketidakcocokan atau kekurangan dokumen, Anda bisa kembali mencoba melakukan pengisian identitas diri sesuai dengan rekomendasi kekurangan yang diberitahukan.
Untuk kemudahan, Pertamina juga menyampaikan bahwa masyarakat yang telah mendaftar melalui situs myPertamina akan memperoleh code QR selain akses lewat aplikasi MyPertamina.
Code QR Code yang diperoleh ini bisa dicetak dan fisiknya dibawa ke setiap gerai. Code QR tersebut nantinya akan dicocokan dengan data yang ada di SPBU.
Demikian informasi mengenai kapan beli LPG pakai aplikasi lengkap dengan syarat dan cara pendaftarannya. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
KSP Apresiasi Tingginya Minat Masyarakat Mendaftar ke Aplikasi MyPertamina
-
KPPU Soroti Pembelian BBM Pakai Aplikasi MyPertamina Bisa Timbulkan Praktik Monopoli Pembayaran
-
Pertamina Ngeles Tak Tahu Menahu soal Lowongan Kerja Buzzer MyPertamina
-
Pertamina Catat 50 Ribu Kendaraan Sudah Daftar ke MyPertamina
-
MyPertamina Mulai Banjir Bintang 5, Deretan Komentar Ini Tuai Tawa Warganet, Ada yang Ngaku Pakai Sejak 2005!
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia