Suara.com - Jumlah penduduk yang telah menerima vaksin Covid-19 ketiga atau vaksin booster hingga per Sabtu (16/7/2022) jam 12.00 WIB telah mencapai 52,74 juta jiwa.
Hal tersebut disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.
Berdasarkan data tersebut, terinci jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin Covid-19 bertambah 28.247 orang, sehingga mencapai total 52.747.194 orang.
Dengan begitu, maka laju suntikan dosis penguat vaksin Covid-19 sudah diberikan kepada 25,33 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 yang mencapai 208.265.720 orang.
Sementara, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 bertambah 8.794 orang jadi 169.514.244 orang. Jika diprosentasekan setara 81,39 persen dari total sasaran.
Sedangkan penerima dosis pertama bertambah 15.249 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 201.907.334 orang atau setara 96,95 persen dari total sasaran.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 pada Sabtu (16/7/2022) mencapai dua kali lipat sejak akhir Juni 2022.
Kasus tersebut terdiri atas kasus aktif bertambah 1.621 kasus, sehingga total menjadi 26.594 kasus dan laju kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di bertambah 4.329 pasien.
"Kenaikan kasus ini sudah diprediksi, tapi berharap jangan sampai tinggi banget dengan cara pengendalian dan pengetatan protokol kesehatan dan vaksinasi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
-
Gus Yaqut Lawan Status Tersangka KPK, Akui Berhasil Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji