Suara.com - Jasad Nofriyansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diautopsi hari ini, Rabu (27/7/2022). Makamnya yang berada di daerah Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi dibongkar sejak pagi.
Selain dari kepolisian, Kompolnas hingga Komnas HAM, banyak warga yang turut menyaksikan prosesi pembongkaran jasad Brigadir J. Sedianya, jasad almarhum akan dibawa ke RSU Sungai Bahar untuk diautopsi.
Melansir laman Metrojambi.com (media partner Suara.com), warga dan tetangga orang tua Brigadir J sangat berharap, kasus kematian Brigadir J bisa secepatnya terungkap. Terlebih dengan upaya autopsi ulang hari ini.
"Harapannya cepat terungkap karena kita sebagai orang awam ingin tahu kebenaran. Mendiang (Brigadir Yosua) itu jiwa sosialnya tinggi," kata Nahum Situmorang, salah satu warga Sungai Bahar di lokasi.
Diketahui, proses pembongkaran makam Brigadir J selesai sekitar pukul 08.17 WIB pagi tadi. Setelahnya, jasad anggota polisi itu dibawa ke RSU Sungai Bahar untuk diautopsi.
Tak Bisa Diintervensi
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo yang ikut menyaksikan jalannya autopsi Brigadir J. Kata dia, proses autopsi itu tidak bisa diintervensi dan diawasi oleh Komnas HAM secara independen.
"Tidak bisa diintervensi oleh semua pihak," kata Dedi saat memberikan keterangan pers di RSU Sungai Bahar.
"Dari Kompolnas juga hadir. Pola kerjanya juga independen," ujarnya menambahkan.
Baca Juga: Waspada Tsunami Informasi Di Medsos, Pengamat UI Minta Warganet Kawal Kasus Brigadir J Berdasar Data
Dedi mengatakan autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir Yosua merupakan bentuk komitmen dari Kapolri, sesuai arahan Presiden RI agar kasus ini dibuka secara terang menderang.
Dedi menyebutkan, autopsi ulang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia yang sudah melakukan asesmen terhadap dokter-dokter yang akan ikut melaksanakan autopsi ulang.
"Dokter forensik ini dari berbagai rumah sakit dan dari berbagai universitas," ucap Dedi.
Berita Terkait
-
Memeriksa Penyebab Kematian, Organ Tubuh Brigadir J Dibawa ke Jakarta
-
Keluarga Kompak Pakai Kaos Bertuliskan SaveBrigadirj
-
Waspada Tsunami Informasi Di Medsos, Pengamat UI Minta Warganet Kawal Kasus Brigadir J Berdasar Data
-
Dalih Sibuk Belum buat Laporan Polisi, Ahok Putuskan Nasib Pengacara Brigadir J Pekan Depan
-
Pengacara Brigadir J Ogah Minta Maaf, Ahok Pikir-pikir Laporkan Kamaruddin Ke Polisi Atau Tidak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer