Suara.com - Beredar di media sosial video yang merekam aksi bocah laki-laki yang membully ataupun merundung seorang pria berkostum badut.
Parahnya, pria berkostum badut tersebut adalah seorang penyandang disabilitas.
Video yang merekam aksi perundungan tersebut diunggah oleh akun Instagram @ohmyganung pada Selasa (09/08/22).
"Kasus bocah yang bermain-main dengan pria disabilitas telah diselesaikan. Orang tuanya telah menghubungi admin dan marah. Pesan ke orang tua, tolong jaga anakmu," tulis akun pengunggah video.
Dalam video tersebut, tampak pria yang mengenakan kostum badut Donald Duck sedang duduk di salah satu area yang diduga taman bermain.
Tiba-tiba datang seorang bocah berkaus putih yang menarik bagian belakang kepala kostum badut.
Bukan hanya sekali, bocah tersebut melakukan aksinya secara berkali-kali.
Ia bahkan juga sempat menarik bagian buntut kostum badut.
Saat kostumnya ditarik oleh seorang bocah, badut tersebut tampak langsung menoleh untuk melihat pelaku.
Baca Juga: Aksi Kekerasan Oknum 'Pasukan Oranye' PPSU kepada Wanita Berakhir Damai, Publik Kecewa
Pada video tersebut juga tampak beberapa bocah lain yang ikut menyaksikan perbuatan perundungan yang dilakukan oleh seorang bocah laki-laki tersebut.
Video ini pun lantas menjadi sorotan dari netizen. Netizen ikut miris melihat kejadian tersebut.
"Memalukan. Anak zaman sekarang jadi rusak, terpengaruh dengan TikTok. Dia disabilitas tapi masih mengetahui soal mencari uang, pakai kostum, panas-panasan," kata netizen.
"Kalau aku langsung marahi si anak. Kacau. Yang malu ya kita orang tuanya," terang netizen.
"Orang tua zaman sekarang, anggap anaknya selalu bertingkah benar. Coba dengar dua belah pihak dan baru buat keputusan siapa yang salah," ujar netizen.
"Anaknya direndam di sungai aja. Biar punya adab," ungkap netizen.
"Kita sebagai orang dewasa jika lihat kejadian tersebut langsung tegur saja," tambah netizen.
Berita Terkait
-
Aksi Kekerasan Oknum 'Pasukan Oranye' PPSU kepada Wanita Berakhir Damai, Publik Kecewa
-
Bocah Laki-Laki di Bawah Umur Jadi Tersangka Pembunuhan dan Pemerkosaan Siswi Kelas 10 SMA
-
Terekam CCTV, Pengeroyokan Siswa saat Berada di Sekolah, Korban Dihantam hingga Tersungkur ke Lantai
-
Polos, Video Viral Polah Bocah Laki-Laki Lempar Batu ke Pintu Kamar Mandi
-
Beredar Video Sekelompok Pemuda Lakukan Aksi Penjarahan di Minimarket
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama