Suara.com - Ramai curhatan seorang menantu yang sering diteror oleh mantan ibu mertuanya. Ibu mertuanya menginginkan rujuk dengan bapak mertuanya.
Curhatan ini dikirimkan oleh sosok menantu melalui akun Twitter @bisik_keluarga pada Rabu (10/08/22).
"Masih diteror mantan ibu tiri," tulis pengirim cuitan.
Di awal curhatannya, wanita ini mengungkapkan bahwa dirinya telah menikah dengan seorang pria. Pria tersebut memiliki seorang ibu tiri.
Ia kemudian menerangkan bahwa satu bulan yang lalu ayah mertuanya bercerai.
Perceraian tersebut dipicu karena sang ayah mertua tidak suka dengan sifat wanita yang pernah menjadi istrinya tersebut.
Mantan istrinya tidak bisa menjaga tutur kata hingga menuduh ayah mertuanya berselingkuh.
Bukan hanya itu saja, mantan ibu mertuanya juga pernah meminjam uang ke bank tanpa persetujuan suaminya.
"Jadi sebulan yang lalu ibu dan bapak mertuaku cerai karena emang ibu ini itu mulutnya nggak bisa dijaga banget. Omongannya nggak bisa dipercaya. Nuduh bapak mertua selingkih terus dibilangin ke semua keluarga besar dan pernah pinjem duit ke bank tanpa kasih tahu suaminya," terangnya.
Selanjutnya, wanita ini menjelaskan bahwa setelah ditalak, mantan ibu mertuanya sering kali menghubunginya. Dari mulai mengirimkan pesan WhatsApp ataupun sampai menelepon.
Tujuannya adalah untuk meminta bantuan agar dirinya bisa rujuk.
"Setelah ditalak bapak, dia jadi sering banget WhatsApp atau telepon ke kami minta buat bisa balikan lagi ke bapak. Maaf, bahkan terkesan memaksa banget," lanjutnya.
Mantan ibu mertuanya menelepon tidak kenal waktu. Saat bekerja pun wanita ini sering diteror dengan panggilan telepon dari mantan ibu mertua.
Ia kemudian mengaku sering tidak membalas pesan ataupun mengangkat telepon dari mantan ibu mertuanya. Namun setelah sekali diangkat, maka mantan ibu mertuanya pasti akan memaki-makinya.
Di akhir curhatannya, wanita ini bertanya mengenai tindakan yang harus ia lakukan.
Berita Terkait
-
Gegara Konten TikTok, Ibu Racik Obat untuk Balitanya yang Sakit, Berakhir Muncul Ruam di Tubuh, Publik Dibuat Jengkel
-
Viral, Curhatan Guru Muda Diduga Dapat Pelecehan Seksual dari Murid Melalui Pesan WhatsApp
-
Ngakak! Ponsel Ketumpahan Tinta, Warganet: Layarnya Gradasi
-
Resmi Bercerai, Sule dan Nathalie Kompak Tak Hadiri Sidang Putusan
-
Untirta Diduga Lakukan Perpeloncoan, Ini Panduan Ospek dari Kemenristekdikti
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun