Beredar sebuah video seorang perempuan yang nyinyiri seorang ibu-ibu karena menggunakan perhiasan emas saat hendak mengantarkan anaknya ke sekolah. Perempuan tersebut menyajikan tulisan dalam videonya, perempuan itu mendeskripsikan isi hatinya tentang seorang ibu-ibu yang berhasil mencuri perhatian perempuan tersebut.
Video tersebut viral di media sosial termasuk Instagram, dan turut diunggah oleh akun Instagram @berita_gosip.
Dalam video tersebut, nampak sebuah unggahan di TikTok yang menyebutkan bahwa pemilik akun tersebut melihat ibu-ibu yang mengantar anaknya dengan memakai perhiasan emas.
Video tersebut memperlihatkan curahan hati perempuan tersebut yang fokusnya tertuju pada seorang ibu-ibu lain yang juga mengantarkan anaknya ke sekolah.
Perempuan tersebut nampak kesal melihat ibu-ibu yang ia maksud mengantar anaknya dengan memakai perhiasan emas.
Tidak hanya tentang perhiasan emas, perempuan tersebut juga menyoroti kendaraan ibu-ibu tersebut.
Diketahui, ibu-ibu yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah tersebut menggunakan sepeda motor.
Tidak hanya itu, perempuan tersebut juga menyinggung tempat tinggal ibu-ibu tersebut. Perempuan tersebut menyebutkan bahwa ibu-ibu tersebut masih ngontrak.
Bahkan, perempuan tersebut dengan berani menyebut terkait hutang ibu-ibu tersebut yang diduga memiliki keterkaitan hutang dengan bank keliling.
Baca Juga: Duh, Penjual Makanan Bikin Pembeli Kena Mental Duluan Gegara Bawa Kendaraan Ini
“Nganter anak sekolah ada ibu-ibu pake emas + motor PCX pas dateng ke rumahnya masih ngontrak dan ngutang bank keliling,” tulis perempuan tersebut dalam videonya.
Tanggapan Warganet
Sontak video tersebut mengundang berbagai komentar dari warganet.
Tidak sedikit warganet yang geram dengan perempuan pengunggah video karena dinilai terlalu mencampuri urusan orang lain.
“Biarin aja sih kenapa, kayak ngerugiin situ aja,” tulis seorang warganet.
“Selama masih enggak mengurangi beras di rumah ya dibiarin aja loh, toh dia yang punya kehidupan jadi gak boleh julid sama orang lain,” timpal warganet yang lain.
Berita Terkait
-
Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya
-
Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026
-
Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara
-
Fenomena Awan Pelangi Bikin Heboh, Disebut Aurora Cabang Jonggol
-
dr. Myta Aprilia Azmi Meninggal Diduga Overwork Saat Internsip, Ini Tuntutan Keras Alumni FK Unsri
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi