Di akhir percakapan, oknum guru tersebut akhirnya meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
"Iya maaf bu. Saya mohon maaf sekali lagi. Mohon ibu berbaik hati. Saya tidak akan mengulanginya lagi," ujar oknum guru.
Insiden ini lantas menjadi sorotan dari netizen. Banyak netizen yang mengecam perilaku kekerasan fisik di lingkungan sekolah.
Namun mirisnya, masih ada netizen yang justru membandingkan mental siswa zaman dahulu dan sekarang.
"Beda mental anak zaman dulu sama sekarang. Kalau dulu ditampar pakai mistar kayu juga biasa aja," tulis seorang netizen.
"Heran sama didikan manja orang tua zaman ini. Bikin sekolah sendiri aja bu," ujar netizen lain.
"Pendidikan pertama dan paling utama adalah keluarga. Melihat kasus di atas bisa buat pelajaran buat ortu dalam mendidik di lingkungan keluarga. Dan buat guru lebih bisa mengendalikan amarahnya. Bagaimana menangani anak yang masih kecil baru masuk sekolah SD. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya," tambah netizen.
"Budaya kekerasan diperlakukan ke anak didik dan dimaklumkan? Mau sampai kapan budaya kekerasan di dunia pendidikan dimaklumkan? Tiap anak memiliki karakter yang berbeda dan spesial, jangan gunakan kekerasan atau otoriter dalam mendidik," terang netizen.
"Saya tahu rasanya trauma ini. Saya dulu korban kekerasan guru bahkan hampir mati. Kekerasan dalam pendidikan jangan dinormalisasikan. Nggak bikin anak lebih pintar kok malah kena mental," imbuh netizen lain.
Baca Juga: Belasan Siswa SD di Cianjur Positif HIV/AIDS, Tertular dari Orangtuanya
Berita Terkait
-
Miris, Para Pelajar SD di Cianjur Terpaksa Belajar di Lantai karena Minim Fasilitas
-
Guru Beri Pertanyaan Matematika saat Pulang Sekolah, Jawaban Kocak Siswanya malah Bikin Emosi
-
Niat Awal hanya Bercanda, Empat Orang Anak malah Pukul Seorang Siswa hingga Ditetapkan sebagai Tersangka
-
Bikin Geram! Tak Bisa Duduk Gegara Kursi MRT Penuh Tas Penumpang, Wanita Ini Pilih Berdiri daripada Menegur
-
Heboh Seorang Guru SMP di Baubau Cambuk Murid Pakai Rotan, Kini Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi