Komunikasi Suharso itu dilakukan sebelum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP memutuskan untuk Suharso dicopot dari kursi ketum partai dan digantikan oleh Plt ketum.
"Dari yang disampaikan oleh pak Mardiono dan juga kebetulan beliau bekesempatan juga berkomunikasi dengan pak Romy. Pak Romahurmuziy mantan ketum. Itu beliau sempat menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri," kata Arsul dalam konferensi persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Arsul menyampaikan, pernyataan Suharso soal ingin mengundurkan diri dari kursi ketua umum disampaikan sejak dua hari yang lalu. Untuk itu, ia pun membantah jika Mukernas PPP dilakukan tanpa sepengetahuan dan komunikasi lebih dulu ke Suharso. Menurutnya, mekanisme itu sudah dilakukan.
"Pak Suharso tahu. Cuman beliau, jadi jangan di bayangkan kami tidak berkomunikasi dengan pak suharso. Eggak lah, ada komunikasi ya itu bahkan sempet telepon-teleponan lah pak Suharso dengan pak Mardiono," tuturnya.
Lebih lanjut, Arsul mengatakan, keputusan yang diambil lewat forum Mukernas ini tidak dilakukan secara terburu-buru.
"Saya kira tidak ada istilah terburu-buru karena ini sudah menggelinding, tapi tidak bisa dipungkiri ada riak-riak antara majelis-majelis dengan beliau, tentu itu makin mempercepat. Ini semuanya itu sudah sejak Rapimnas yang lalu sebenarnya suara seperti ini sudah kencang disampaikan," tuturnya.
"Karena barangkali teman wilayah agar konsolidasi kita makin fokus, ya maklum lah krn kami di sejumlah survei dibilang tidak bakal lolos di senayan 2024."
Tag
Berita Terkait
-
Ngaku Mau Resign dari Ketum PPP, Cerita Suharso Sempat Telepon Romy hingga Mardiono Sebelum Dipecat
-
Soal Pencopotan Suharso dari Kursi Ketum Dibantah Sebagai Pemecatan, Arsul PPP: Itu Cuma Langkah Reorganisasi
-
Buntut Panjang Pernyataan Amplop Kiai Berujung Pemberhentian Suharso Monoarfa Dari Kursi Ketum PPP
-
Pencopotan Ketum PPP Bisa Picu Konflik karena Dianggap Sepihak, Kubu Suharso Bakal Melawan?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Kemenbud Turun Tangan! Pertegas Dukungan untuk Balinale demi Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta