Suara.com - Komnas HAM menjadi salah satu lembaga negara yang sangat disorot di kasus Ferdy Sambo. Pasalnya Komnas HAM mengungkit kembali isu terjadinya kekerasan seksual yang disebut dialami oleh istri Sambo, Putri Candrawathi.
Hal ini membuat Komnas HAM menerima banyak kecaman. Meski begitu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku tidak mempermasalahkannya.
"Saya luar biasa menerima hujatan itu, saya menganggap sebagai Ketua Komnas HAM saya harus menanggung risiko keputusan," tegas Taufan saat hadir di acara ROSI di kanal YouTube KOMPASTV.
Taufan menegaskan bahwa rekomendasi Komnas HAM adalah upaya untuk tercapainya keadilan. Apalagi karena Komnas HAM juga telah diberi amanah untuk mengawasi peristiwa kekerasan seksual sesuai Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
"Isu kekerasan seksual itu hak asasi manusia. Ada orang yang mengklaim diri sebagai korban, sebaliknya ada orang yang diklaim sebagai pelaku, ini harus dibuktikan," tutur Taufan, dikutip Suara.com, Sabtu (10/9/2022).
"Bahwa di Pasal 25 Ayat (3) A dan B itu, dengan berdasarkan keterangan saksi korban, ditambah beberapa keterangan lain yang nggak mesti dia harus menyaksikan, (menjadi dasar) ada dugaan kuat. Tetapi kita usulkan itu untuk dicek ulang oleh penyidik menggunakan pendekatan scientific," sambung Taufan.
Alasan-alasan itulah yang membuat Komnas HAM menggaungkan kembali isu terjadinya kekerasan seksual. Taufan berharap rekomendasi Komnas HAM dapat menjaga nama baik Brigadir J yang telah berpulang.
"Itu lebih baik pilihannya daripada kita biarkan saja nanti di persidangan para terdakwa yang sekaligus menjadi saksi ini akan saling memperkuat kesaksian mereka (soal adanya dugaan kekerasan seksual) dan itu akan merugikan saudara Yosua," jelasnya.
Bila nanti akhirnya dibuktikan pihak Putri Candrawathi lah yang berbohong mengenai tindak kekerasan seksual yang terjadi, maka justru hukuman yang bersangkutan bisa diperberat lagi.
Apalagi jika terbukti kekerasan seksual itu tidak terjadi, maka cerita Sambo dan Putri yang dicurigai sebagai motif pembunuhan Brigadir J bisa digugurkan sehingga dapat menjadi pintu masuk penyelidikan dugaan motif lain.
"Kalau seandainya itu (dugaan kekerasan seksual) tidak benar, maka itu dipulihkan, itu tugas negara. Kalau ternyata benar misalnya, yang namanya Ibu Putri harus mendapatkan hak, kan? Itu yang namanya adil kan?" tandas Taufan.
Komnas HAM Juga Sebut Putri Candrawathi Berpeluang Ikut Menembak Brigadir J
Dalam kesempatan yang sama, Taufan membuka peluang adanya sosok selain Bharada E dan Ferdy Sambo yang sudah menembak Brigadir J. Tak terkecuali Putri Candrawathi sampai sopir mereka, Kuat Ma'ruf.
"FS mengatakan dia bilang hanya memerintah dan tak menembak, tapi kita menemukan bukti-bukti dari autopsi maupun autopsi ulang, dan maupun uji balistik bahwa jenis peluru yang ditembakkan ke Brigadir J bukan satu. Karena itu tidak mungkin dari satu senjata api, tapi pasti lebih dari satu senjata," terang Taufan.
Bahkan Taufan tak menutup kemungkinan ada lebih banyak lagi senjata api maupun penembak yang terlibat. "Bisa juga (lebih dari dua senjata), makanya saya munculkan juga misalnya kemungkinan ada pihak ketiga yang menembak," kata Taufan.
"Tapi sekali lagi, saya ingin penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pihak ketiga yang melakukan penembakan. Kuat dugaan iya, tapi saya belum bisa memastikan siapa ya. Pasti salah satu di antara yang ada di situ, termasuk Kuwat dan Putri," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Beredar Kabar Putri Candrawathi dan Kuwat Maruf Ikut Menembak Brigadir J, Komnas HAM Berikan Fakta Mengejutkan
-
Bharada E: Saya Pertama, Ferdy Sambo yang Terakhir Tembak Brigadir J
-
Tak Mempan! Hoax Kaisar Sambo untuk Kapolri, Sambo Keder dan Akhirnya Mengaku Setelah Dua Hari Ditahan di Mako Brimob
-
Ramai Bayi Diberi Nama Perdi Sambo Gegara Ortu Ingin Anak Jadi Jenderal, Publik Geleng-geleng Kepala
-
Di Balik Sosok Peran Istri : Bripka Ricky Tidak Memihak Skenario Ferdy Sambo
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
AHY Gaungkan 'Silaturahmi 360', Demokrat Bakal Keliling Temui Semua Parpol
-
TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan