Mendirikan KontraS
Karena itulah pada 1998, ia dan sejumlah rekannya mendirikan lembaga swadaya masyarakat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Sejumlah kasus pelanggaran HAM yang pernah ditangani Munir dantaranya kasus penghilanan paksa aktivis dan mahasiswa di Jakarta pada periode 1997-1998, kasus Tanjung Priok yang terjadi pada 1984 dan penembakan mahasiswa pada tragedi Semanggi I dan II pada 1998-1999.
Lantangnya Munir bersuara mengenai Hak Asasi Manusia, membuat namanya semakin dikenal orang. Dan dalam waktu yang bersamaan, sejumlah pihak juga dibuat gerah dengan sepak terjangnya.
Ditemukan tewas di atas pesawat
Pada 2004, Munir berencana melanjutkan studinya di Universitas Ultrech, Amsterdam, Belanda. Dan pada 7 September 2004, ia berangkat ke negeri kincir angina tersebut.
Ketika pesawat Garuda Indonesia yang ia tumpangin tinggal landas dari bandara Changi, Singapura, Munir meminum segelas air jeruk yang disuguhkan di atas pesawat.
Setelah itu ia meraskan sakit perut yang hebat. Ia menduga sakit maagnya kambuh akibat jus jeruk yang ia minum sebelumnya.
Munir lalu meminta obat maag pada pramugari, namun obat yang ia minta tida ada. Munir akhirnya hanya bisa menahan sakit perutnya itu dan serulang kali mengalami muntaber.
Baca Juga: Bantah Alihkan Kasus Ferdy Sambo, Hacker Bjorka Senggol Nama Kapolri
Di atas pesawat Munir sempat mendapatkan pertolongan medis dari seorang dokter yang baru saja ia kenal saat transit di bandara Changi, yakni Tarmizi.
Oleh Tarmizi, Munir diberikan sejumlah obat pereda sakit perut, obat maag hingga suntukan obat anti mual dan muntah.
Sakit perutnya sempat mereda, dan munir tertidur selama 2 hingga 3 jam. Namun setelah itu sakit perutnya datang lagi.
Tarmizi sempat menyuntikkan obat penenang kepada Munir, namun obat tersebut tak banyak menolong. Munir tetap tersiksa oleh sakit perutnya.
Namun Munir sempat kembali tertidur, 2 jam sebelum pesawat mendarat di bandara Schipol. Ketika pesawat sudah mendarat, Munir sudah ditemukan dalam keadaan tewas.
Dua bulan kemudian, tepatnya pada 12 November 2004, kepolisian Belanda yang mengotopsi jenazah Munir menyatakan bahwa ditemukan senyawa arsenik dalam tubuh Munir. Senyawa itu diduga masuk ke tubuh Munir melalui jus jeruk yang ia minum di atas pesawat.
Tag
Berita Terkait
-
Bantah Alihkan Kasus Ferdy Sambo, Hacker Bjorka Senggol Nama Kapolri
-
Dibongkar Hacker Bjorka, Luhut dan Puan Ternyata Baru Dua Kali Vaksin Covid-19
-
Rocky Gerung Sebut Hacker Bjorka Variabel Opisisi Bikin Semangat Buruh dan Mahasiswa Demo
-
Drone Emprit: Ulah Bjorka Bocorkan Data, Disambut Warganet Twitter
-
Viral Bjorka Ungkap Sosok Dalang Pembunuhan Munir, Disebut Ketua Umum Partai
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Tafsir KUHAP Baru vs Lama, Yusril: MA Penentu Nasib Kasasi Kejagung Terhadap Delpedro Cs
-
Pasca Gencatan Senjata, PM Pakistan Fasilitasi Dialog Strategis Amerika - Israel dan Iran
-
PBB Bongkar Hasil Investigasi: Tank Israel dan Ranjau Hizbullah Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI
-
Israel Syok Trump Terima 10 Tuntutan Iran demi Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz
-
Rahasia Foto Epik Bulan Kru Artemis II: Kamera Lawas Rp15 Jutaan Jadi Andalan NASA
-
Selat Hormuz Dibuka Sementara, Iran Tetapkan 2 Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
-
4 Kementerian Siap Integrasi Data Perkuat Keberlangsungan Program JKN
-
Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk
-
BNI Perkuat Edukasi Anti-Phishing, Kenalkan Panduan Aman Periksa untuk Nasabah Korporasi
-
Sosok Kim Ju Ae: Putri Kim Jong Un yang Digadang Jadi Presiden Perempuan Pertama Korut