Suara.com - Video lawas yang memperlihatkan Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah tengah merokok di pesawat viral dan menjadi perbincangan publik. Ini buntut dari dirinya yang mengusulkan daya listrik 450 VA dihapus. Seperti apa profilnya?
Sebelum itu, dalam video, Said Abdullah beserta rombongan tampak duduk santai di dalam pesawat pribadi. Ia dan tiga orang pria terlihat dilayani oleh seorang pramugari.
Sementara itu, merokok di dalam pesawat memang dilarang. Oleh sebabnya, Said Abdullah yang ketahuan melakukan hal ini disorot publik karena menyalahi aturan.
Adapun berikut profil dan karier Said Abdullah yang berhasil Suara.com rangkum.
Pemilik nama lengkap Muhammad Haji Said Abdullah ini lahir di Sumenep, Jawa Timur pada tanggal 22 Oktober 1962. Ia menghabiskan masa remajanya disana dan kemudian menikahi Winarti. Keduanya dianugerahi empat orang anak.
Mengutip laman dpr.go.id, Said Abdullah lulus pendidikan diploma di Universitas Imam Saud Saudi Arabia. Ia dikenal aktif mengikuti organisasi politik sejak muda, seperti DPC Banteng Muda Indonesia hingga DPC Pemuda Demokrat di tahun 80-an.
Karier Said Abdullah
Pada tahun 1990-1992, Said Abdullah bekerja di PT Sapta Forta (bidang ekspor impor perikanan) sebagai Manager Operasional.
Baca Juga: Buset Dah, Said Abdulah Klepas-klepus di Private Jet Saat Rakyat Lagi Susah
Kemudian, ia juga sempat bekerja di PT Sinar Agung Pratama (bidang ekspor impor perikanan) sebagai Manager Operasional pada 1992-1996.
Sementara di tahun 1996-2004, Said Abdullah pernah menjabat sebagai Senior Marketing Manager di PT Bangun Arta (Trading, Handling Coal Batubara).
Pada tahun 2004-2009, Said Abdullah memulai karier menjadi anggota DPR/MPR RI. Kemudian dilanjut pada periode 2009-2014 dan kembali di 2019-2024.
Politisi PDIP ini juga pernah menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Timur pada 2013 lalu. Pada tahun 1988, Said pun tergabung dalam Penataran P4 Tingkat Nasional/Calon Penataran Angkatan LXXXI BP7.
Usulan penghapusan daya listrik 450 VA kembali diungkit
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengusulkan agar daya listrik 450 dihapus untuk kelompok rumah masyarakat miskin. Sebagai gantinya, mereka akan dialihkan secara bertahap ke 900 VA.
Said Abdullah selaku Ketua Banggar mengatakan daya listrik 450 VA perlu dihapus untuk penyesuaian dengan tingkat kebutuhan yang kian meningkat. Namun ini tidak akan diterapkan dalam waktu dekat, karena membutuhkan data penerima subsidi.
Merespons rencana ini, PT PLN (Persero) membuka suara. Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto, pihaknya sebagai badan usaha milik negara (BUMN) akan menjalankan kebijakan sesuai putusan pemerintah.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Buset Dah, Said Abdulah Klepas-klepus di Private Jet Saat Rakyat Lagi Susah
-
Komentari Video Viral Ketua Banggar DPR RI Merokok di Pesawat, Ernest Prakasa: Namanya Juga Dewan Perwakilan
-
Heboh Ketua Banggar DPR Pengusul Hapus Listrik 450 VA Diduga Naik Private Jet, Rizal Ramli Mendidih: Tega-teganya!
-
Viral Video Ketua Banggar DPR RI Pamer Kemewahan Naik Pesawat Pribadi Sambil Merokok, Netizen: Koyok Wong Kampung
-
Listrik 450 VA Tidak Jadi Dihapus, PLN: Tidak Pernah Ada Diskusi Perubahan Daya Listrik Masyarakat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123