Suara.com - KPK kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke sejumlah lembaga. Kali ini, Mahkamah Agung (MA) menjadi target OTT KPK dan berhasil membekuk 10 orang tersangka di dalam OTT ini. Penggerudukan MA ini pun diungkap oleh Ketua KPK, Firli Bahuri usai mendapati adanya laporan masyarakat tentang adanya penyerahan uang di MA untuk penyelesaian perkara. Simak inilah 6 fakta OTT KPK di MA selengkapnya.
1. Kronologi
Digelarnya OTT ini diungkap Firli karena adanya pengaduan dari masyarakat bahwa akan ada transaksi penyerahan uang kepada pihak MA dalam rangka penyelesaian perkata. Firli pun menyebut penyerahan uang itu akan dilakukan oleh ES yang berprofesi sebagai pengacara kepada DY yang berprofesi sebagai ASN di Kepaniteraan Mahkamah Agung.
2. Hakim Agung dan Panitera jadi tersangka
KPK pun berhasil menangkap 10 orang tersangka dari kasus penyuapan ini. Yang lebih mengejutkan, 2 diantara tersangka tersebut merupakan hakim agung dan panitera yang notabene pejabat tinggi di MA. "Tersangka lainnya yaitu SD selaku hakim agung pada MA RI. Kedua, ETP selaku hakim yudisial atau panitera pengganti pada MA," ungkap Firli.
3. Barang bukti diamankan
Dalam OTT tersebut, pihak KPK menemukan sejumlah uang bernilai sekitar SGD 205.000 atau setara dengan Rp2 miliar dari tersangka Desy. Dugaan lain adalah adanya penyerahan uang dari tersangka Albasri selaku ASN di Mahkamah Agung sejumlah sekitar Rp50 juta.
Firli pun mengungkap adanya kemungkinan pihak lain yang menerima dan terlibat dalam kasus penyuapan ini, termasuk pelaku lain di tubuh MA.
4. Jadi sejarah baru KPK tangkap Hakim Agung
Baca Juga: Respons Komisi Yudisial Usai Penetapan Hakim Agung Sudrajad Tersangka KPK
OTT yang dilakukan KPK terhadap MA ini menambah panjang sejarah lembaga negara yang terkena OTT oleh KPK. Tak hanya itu, KPK juga mencatat keterlibatan pejabat tinggi MA yang terlibat kasus serupa, bahkan menjadi kasus pertama kalinya seorang Hakim Agung digeruduk oleh KPK.
5. Firli minta SD kooperatif
Salah satu tersangka kasus yang merupakan hakim agung, SD mengaku kaget karena dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini. Walaupun SD tidak ada ditempat saat OTT, namun KPK masih melayangkan surat kepada SD untuk memenuhi panggilan KPK sebagai tindak lanjut dari statusnya sebagai tersangka. Firli pun mengungkap pihaknya berharap SD dapat kooperatif sehingga jalur hukum bisa segera dilakukan.
6. Tersangka akan diperiksa lebih lanjut
Pemanggilan SD dan penangkapan beberapa orang lainnya saat ini masih menjadi PR besar KPK yang kesekian kalinya melakukan OTT di lembaga negara. Firli pun mengungkap akan mencocokkan data yang mereka miliki dengan dugaan keterlibatan 10 orang tersangka dengan orang lain baik di pihak internal maupun eksternal MA.de
Kontributor : Dea Nabila
Tag
Berita Terkait
-
Respons Komisi Yudisial Usai Penetapan Hakim Agung Sudrajad Tersangka KPK
-
Sosok Yosep Parera, Youtuber Sekaligus Pengacara Ikut Terciduk OTT KPK di MA
-
Sejarah KSP Intidana Hingga Bikin Hakim Agung Sudrajad Tersangka KPK, Masuk Salah Satu Koperasi Terbesar Di Indonesia
-
6 Orang Ikut Tertangkap Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA
-
Rekam Jejak SD, Tersangka Dugaan Suap Hakim Agung MA
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Pengurus hingga Anggota DPR Fraksi Gerindra di Kertanegara Nanti Malam, Ada Apa?
-
Bahlil Ancam Ganti Pengurus Golkar yang Tidak Perform: Ibarat Futsal, Siap-siap Ditarik Keluar!
-
Bukan Cuma Wakil, KPK Juga Amankan Ketua PN Depok dalam OTT Semalam
-
Tak Masuk Kerja Berhari-hari, PPPK Rumah Sakit Ditemukan Tewas, Polisi: Jasad Mulai Menghitam
-
Bendera Gerindra Masih Mejeng di Flyover Jakarta, Satpol PP DKI: Berizin hingga 8 Februari
-
Ilusi Solusi Dua Negara dan Bahaya Langkah 'Sembrono' Indonesia di Board of Peace
-
Dasco: Partai Gerindra Ingin Hidup untuk 1000 Tahun
-
Muzani Pimpin Yel-yel di Senayan: Gerindra Menang, Prabowo Presiden, Presiden Dua Periode!
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal