Suara.com - Sejak Kamis, (6/10/2022), Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berkunjung ke berbagai daerah antara lain Bali, Makassar, hingga Mamuju, Sulawesi.
Kegiatan Ganjar tersebut diunggah lewat akun sosial media Instagram pribadinya @ganjar_pranowo.
"Sarapan di Mamuju, eh malah ketemu @gibran_rakabuming. Eh salah nge-tag. Seperti inilah negara kita, kaya kuliner," tulis keterangan pada video dikutip pada Rabu, (12/10/2022).
Pada postingan videonya tersebut, Ganjar datang ditemani sang istri, Siti Atiqoh Supriyanti. Keduanya terlihat menikmati berbagai jamuan-jamuan yang ada di daerah setempat.
"Hampir setiap daerah punya menu makanan khas masing-masing. Yuk sebutkan makanan khas daerahmu. Siapa tahu kapan2 bisa mampir. #mamuju," ujarnya.
Selain menikmati kuliner khas daerah setempat, Ganjar juga terlihat akrab dengan sejumlah warga bak orang biasa. Ganjar merupakan sosok pemimpin yang erat dikaitkan dengan pemimpin yang transformasional.
Pembawaan Ganjar yang santai dan apa adanya membuat sebagian warga semakin merasakan kehadiran Pak Ganjar di tengah masyarakat.
Di balik roadshownya tersebut, warganet di sosial media memberi kritikan kepada sang Gubernur. Ganjar diminta untuk fokus dengan Jateng bukan malah tebar pesona di berbagai daerah.
"Ini pak Ganjar sudah enggak jadi Gubernur Jateng ya? Hari selasa kok malah di provinsi lain. Cuti pak? Studi banding pakai SPPD? Fokus Jateng malah tebar pesona di jam kantor ke provinsi lain lagi," kata neter.
Baca Juga: Buka Kesempatan PDIP Bergabung, Akankah KIB Bakal Mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024?
"Sudah nyasar neng sulawesi ngopo pak? Semarang banjir aman?," cuit warganet.
"Fokus Jateng dulu saja pak masih banyak yang perlu dibenahi di Jateng," ungkap netizen.
"Pesisir selatan pada kebanjiran pak nggak ditengok?" ungkap warga lokal.
Berita Terkait
-
Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan
-
Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%
-
Harga Sepeda Listrik yang Dipakai Gubernur Jateng Ngantor Ternyata Setara Mobil, Apa Istimewanya?
-
Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak
-
Link Daftar Balik Rantau Gratis 2026 Pemprov Jateng, Simak Jadwal dan Syaratnya!
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok