Suara.com - Pengacara sekaligus Ketua Umum DPP Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat atau Henry Yoso menyatakan diri sebagai pengacara untuk membela mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Teddy Minahasa.
Teddy Minahasa sendiri telah ditetapkan tersangka pada Jumat (14/10/2022) terkait dugaan kasus peredaran narkoba. Ia juga sebelumnya sudah ditangkap.
Lantas, siapa Henry Yosodiningrat dan seperti apa profilnya?
Henry Yosodiningrat adalah seorang aktivis dan pengacara. Dulunya, ia sempat menjadi anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (dapil) Lampung II periode 2014-2019.
Melansir laman dpr.go.id, Henry lahir di Krui, Lampung Barat, pada 1 April 1954. Pendidikan sekolah dasarnya berpindah-pindah. Mulai dari sekolah rakyat di Krui, Pugungtampak hingga SD Negeri 1 Liwa dan di Metro.
Ia merupakan anak dari pasangan Haji Abdul Muin Dulaimi dan Hj. Hayarani. Ayahnya yang bergelar Kapitan Dalom Mahkota Raja, generasi XIII dari Sai Batin Marga Pugung Penengahan, adalah veteran pejuang.
Sementara sang ibu memiliki gelar Batin Ayu berasal dari Pulau Pisang (Krui). Ia juga merupakan seorang veteran pejuang Kemerdekaan RI.
Henry sendiri diberikan kehormatan berupa penganugerahan gelar kebangsawanan, Kanjeng Raden Haryo (K.R.H.) pada 26 November 2002. Tepatnya dalam sebuah upacara peringatan kenaikan tahta di Keraton Surakarta.
Henry lulus dari SMA Yayasan 17 Agustus Yogyakarta. Pada tahun 1976, ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ia menamatkannya di tahun 1981 dengan gelar sarjana.
Selama duduk di bangku kuliah, Henry sempat menjadi Kepala Redaksi Majalah Keadilan Mahasiswa di fakultas kampusnya. Organisasi lain yang ia ikuti adalah Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI).
Kelompok ini bertujuan menegakkan hak-hak politik Partai Demokrasi Indonesia yang sempat dirampas rezim Orba. Henry juga mendirikan lembaga Granat yang di dalamnya dimasukkan nilai perjuangan.
Henry kemudian menerima gelar S2 dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Sementara gelar doktor atau S3-nya diperoleh dari Ilmu Hukum di kampus yang sama.
Henry diketahui sempat menikah dengan aktris Five Vi pada 2008 dan bercerai di tahun yang sama. Keduanya menikah siri dan hanya bertahan satu bulan setelah Henry mendadak menjatuhkan talak.
Karier Henry Yosodiningrat
Berita Terkait
-
Propam Polri Periksa Lima Personel Pangkat Perwira Hingga Bintara, Terkait Kasus Irjen Teddy Minahasa
-
Lima Perwira Hingga Bintara Polda Sumbar Diperiksa Terkait Kasus Narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa
-
Irjen Teddy Minahasa Ngaku Sakit usai Jadi Tersangka, Kepala Berdenyut-denyut hingga Dilarikan ke RS Polri
-
Henry Yosodiningrat: kalau Teddy Minahasa Bersalah, Saya Bereaksi Minta kalau Perlu Hukuman Mati
-
Irjen Teddy Minahasa Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Kuasa Hukum Henry Yoso: Tak Masuk Akal
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Sentilan Keras Peter Gontha: Buat Apa Ada KY Jika Hakim 'Bermasalah' Adili Nadiem?
-
Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu
-
Gaji Pokok Nol Rupiah, Hakim Ad Hoc Curhat Pilu: Meninggal Dunia Pun Harus Urunan
-
KKP Kerahkan 1.142 Taruna ke AcehSumatra, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana
-
Airlangga Hartarto Mendadak Muncul di Gedung KPK, Ada Apa?