Suara.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu akan menghadapi kembali persidangan lanjutan pada Senin (31/10/2022). Salah satu yang ingin dibuktikan pihaknya adalah soal Bharada E yang cuma menjalankan perintah Ferdy Sambo hingga berujung menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Namun mantan Hakim Agung Prof Gayus Lumbuun ternyata punya pandangan berbeda. Ia tak menampik jika Sambo adalah otak dari pembunuhan ini, tetapi pada akhirnya Bharada E tetap eksekutor.
Karena itulah, Gayus menilai Bharada E yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas peristiwa yang terjadi.
"Dalam pikiran saya, Bharada E bertanggung jawab penuh. Karena kalau tidak ada dia, tidak ada kematian," tegas Gayus ketika hadir di program Satu Meja, dikutip Suara.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Minggu (30/10/2022).
"Meskipun Bharada E bisa mengatakan kalau tidak ada perintah tidak akan ada penembakan?" tanya Budiman Tanuredjo selaku pembawa acara.
Gayus menilai hanya ada 3 alasan untuk pelaku seperti Bharada E bisa bebas dari pidana. Yang pertama bila terbukti terganggu kejiwaannya. Lalu dua alasan lain adalah overmacht alias dalam pengaruh daya paksa, serta noodweer alias saat pelaku dalam keadaan terdesak atau pembelaan darurat.
"Noodweer, (misalnya) dia terancam kalau tidak (mengikuti perintah). Misal Sambo menodong (Bharada E), 'Eh, kamu tembak! Kalau nggak, aku tembak kamu!'" jelas Gayus.
Karena itulah, posisi Bharada E dinilai tetap berat karena harus membuktikan kondisi yang disebutkannya tadi. Menurut Gayus, pembunuhan Brigadir J tidak akan terjadi apabila tidak ada yang berkenan diperintah oleh Sambo. Dalam hal ini yang dimaksud adalah Bharada E mau melaksanakan perintah Sambo, padahal sebelumnya Bripka Ricky Rizal Wibowo bisa menolaknya.
"Saya berpandangan peristiwa ini terjadi karena ada yang disuruh sebagai pelaksana. Melaksanakan dia, penuh, apa yang diperintahkan, (dilaksanakan secara) penuh," terang Gayus.
"Bahkan tidak sekali. Lebih dari sekali penembakan itu, mematikan berarti," sambungnya, merujuk pada Bharada E yang menembak Brigadir J beberapa kali. Lalu setelahnya, menurut Jaksa Penuntut Umum, Sambo juga ikut menembak tepat di kepala belakang Brigadir J.
Berita Terkait
-
Siap Bertemu Ferdy Sambo dan Istri, Ibu Brigadir J Cuma Mau Tanya, 'Hatinya Terbuat dari Apa?'
-
Perkara Pembunuhan Brigadir J: Besok Sidang Richard Eliezer dengan Agenda Pemeriksaan Saksi
-
Terungkap! Ini Pesan Orang Tua Brigadir J Saat Bharada E Bersimpuh Meminta Maaf
-
CEK FAKTA: Beredar Kabar Kasus Ferdy Sambo 'Clear', Bharada E Divonis Bebas, Benarkah?
-
Febri Diansyah Minta Sidang Ferdy Sambo-Putri Digabung, Pakar Sebut Ada Keuntungan Keduanya Dipisah
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu