Tragedi Halloween Maut di Itaewon
Bergeser ke Seoul, Korea Selatan. Sebuah peristiwa yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia juga terjadi di sana. Peristiwa itu terjadi ketika setelah perayaan Halloween di Itaewon, sekitar pukul 22.30 waktu setempat.
Warga yang menghadiri perayaan tersebut melonjak hingga 10 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini merupakan pertama kalinya acara Halloween digelar setelah tiga tahun vakum akibat pandemi Covid-19.
Sejumlah saksi menyebutkan, kerumunan peserta Halloween tersebut semakin sulit diatur jelang tengah malam.
Ratusan orang terlihat berdesakan di sebuah gang sempit di wilayah Itaewon. Mereka tidak bergerak selama beberapa lama, hingga akhirnya petugas darurat dan polisi turun tangan.
Alhasil, sedikitnya 151 orang dilaporkan tewas akibat cardiac arrest atau henti jantung karena terhimpit dalam kerumunan orang.
Jembatan gantung ambruk di Gujarat, India
Selain tragedi Itaewon, di penghujung Oktober 2022, peristiwa memilukan terjadi di negara bagian Gujarat, India Barat. Sebuah jembatan gantung berusia 100 tahun ambruk pada Minggu (30/10/2022).
Dalam peristiwa itu, sedikitnya 141 orang meninggal dunia karena terjatuh dari jembatan gantung tersebut. Sementara banyak orang lainnya yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Dinilai Tak Sesuai Fakta, Aremania Minta Kejati Jatim Kembalikan Berkas Perkara Tragedi Kanjuruhan
Pihak berwenang setempat mengatakan, jembatan gantung tersebut tersebut ambruk karena tak kuat menahan beban ratusan orang yang secarabersamaan menaiki jembatan tersebut.
Jembatan tersebut baru saja dibuka setelah ditutup selama hampir enam bulan, sehingga antusiasme masyarakat tinggi, terlebih bertepatan dengan musim festival Hindu.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Dinilai Tak Sesuai Fakta, Aremania Minta Kejati Kembalikan Berkas Perkara Tragedi Kanjuruhan ke Polda Jatim
-
Kenapa Kerumunan Seperti di Itaewon Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Medisnya
-
Jembatan Gantung di India Roboh Tewaskan 141 Orang, Pemerintah Lakukan Penyelidikan Penuh
-
Dinilai Tak Sesuai Fakta, Aremania Minta Kejati Jatim Kembalikan Berkas Perkara Tragedi Kanjuruhan
-
Mengenaskan, Lee Jihan Artis Iklan Kopi Indonesia Asal Korea Selatan Jadi Korban dalam Tragedi Halloween Itaewon
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP