Suara.com - Nama Menteri BUMN Erick Thohir masuk dalam bursa calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024 mendatang.
Tercatutnya nama Menteri BUMN ini membuat sejumlah pihak getol memberikan dukungan bahkan mengkampanyekan Erick Thohir secara terang-terangan dan secara underground.
Bahkan, beberapa pihak menyebut terdapat politisasi dalam tubuh BUMN usai Erick Thohir ramai dikabarkan akan maju dalam kontestasi politik mendatang.
Kabar mengenai Erick Thohir akan maju dalam Pilpres 2024 ini membuat Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Yusuf Martak bereaksi.
Dalam dialognya bersama Refly Harun, Yusuf menilai Erick Thohir tidak layak menjadi seorang presiden.
Lantaran, Erick Thohir tidak memiliki pengalaman yang dapat menjadikan dirinya pantas maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.
"Tetapi Menteri BUMN punya pengalaman kan," tanya Refly seperti dikutip melalui kanal YouTube Refly Harun pada Selasa (8/11/22).
"Manajer sepak bola. Itu pengalaman yang pernah saya tahu," jawab Yusuf.
Yusuf kemudian menilai kinerja Erick saat menjabat sebagai Menteri BUMN. Menurutnya, sebagai seorang menteri, Erick tidak bisa mengurus masalah-masalah yang ada dengan baik.
Baca Juga: Jokowi Blak-blakan Sebut Jatah 2024 Giliran Prabowo, PDIP: Itu Cuma Upaya Saling Memuji
"Tapi paling tidak sekarang kan BUMN kan rajin sekali mengkampanyekan beliau," ujar Refly.
"Kampanye untuk mau jadi presiden. Ngurus BUMN aja nggak beres, mau jadi presiden," timpal Yusuf.
Hasil Survei, Nama Erick Thohir Muncul Dampingi Prabowo
Hasil Survei Y-Publica, nama Erick Thohir muncul sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Kedua pasangan ini dinilai layak dan mendapatkan dukungan sebanyak 34,7 persen.
Prabowo-Erick masih berada di peringkat kedua pasangan yang paling diminati. Di posisi pertama ada Ganjar-Yenny Wahid.
"Ganjar-Yenny, Prabowo-Erick, dan Anies-AHY paling banyak dipilih publik sebagai pasangan capres-cawapres," kata irektur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, dikutip dari ANTARA pada Rabu (9/11/22).
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Blak-blakan Sebut Jatah 2024 Giliran Prabowo, PDIP: Itu Cuma Upaya Saling Memuji
-
'Kami Ingin Menang!', Demokrat Santai Saja Meski Koalisi Anies Baswedan Diisukan Karam
-
Soal Pilpres 2024, GNPF Belum Ambil Sikap Siapa Capres yang Bakal Didukung: Masih Tunggu Calon Resmi
-
Pro dan Kontra Celetukan Jokowi Singgung 'Jatah' Prabowo: Disambut Baik Gerindra, Demokrat Heran
-
Puas Banget! Ruhut Sitompul Tertawakan Kampanye Anies Baswedan Dikecam Kawula Medan: Terlalu Ambisius Sih
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas