Suara.com - Indonesia menyelenggarakan rangkaian puncak KTT G20 di Bali pada Selasa (15/11/2022) dan Rabu (16/11/2022). Tak heran bila selama waktu tersebut Presiden Joko Widodo selaku kepala negara presidensi G20 dikerubungi banyak awak media.
Hal yang sama juga terlihat di video unggahan akun Twitter @alextham878 berikut. Tampak Jokowi dikelilingi banyak awak media, dengan sejumlah Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) membentuk barikade di belakangnya.
Salah satu yang bertanya adalah seorang wartawan wanita. Awalnya ia terdengar menyinggung rekam jejak Jokowi sebagai presiden yang hobi blusukan dan kini menjadi tuan rumah KTT G20.
Meski inti pertanyaannya adalah soal pendapat Jokowi pasca dicapainya kesimpulan di KTT G20.
"Anda sepertinya tipe presiden yang memilih terjun langsung ke lapangan. Misalnya Anda suka blusukan ke pasar, lalu sekarang menjadi presiden dan tuan rumah G20. Anda juga pergi ke Rusia dan Ukraina (yang sedang berkonflik), Anda juga berusaha keras sebagai penyelenggara sehingga KTT G20 bisa menjadi tempat diskusi dan membuahkan deklarasi bersama," ujar wartawan tersebut.
"Apakah (sekarang) Anda melihat dunia sudah tidak lagi terbagi dalam blok? Lalu menurut Anda, apakah tugas presidensi G20 berikutnya, India, akan lebih mudah karena dunia tidak lagi terbagi dalam blok-blok?" sambungnya, dikutip Suara.com, Kamis (17/11/2022).
Lantas jawaban seperti apa yang diberikan Jokowi untuk jurnalis wanita tersebut?
Rupanya Jokowi memilih menjawab menggunakan bahasa Inggris dan menekankan pentingnya setiap negara anggota G20 untuk tetap bekerja sama alih-alih terjebak dalam rivalitas.
"Kita butuh kerja sama, kita butuh kolaborasi, bukannya rivalitas, bukannya konflik terbuka. No!" sahut Jokowi dengan tegas.
Bahkan ia menambahkan gestur mengangkat kedua tangannya ketika mengucapkan kata tidak di akhir pernyataannya.
Sesi wawancara singkat inilah yang menjadi sorotan publik. Sebagian warganet menilai Jokowi sudah cukup lugas dalam menjawab sang jurnalis, meski ada juga beberapa warganet yang menganggap respons Jokowi tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.
"Awalnya saya sempat dag dig dug... ternyata jawaban Pak Jokowi sangat berkelas... NOO," cuit @alextham878.
"Bahasa Inggris nya udah maju pesat, good," kata warganet yang lebih fokus pada kemampuan berbahasa Inggris sang presiden.
"Gak tata kata yang sok sokan. Jelas, tegas, berkelas. Cukup," kata warganet.
"Ditanya apa... jawabnya apa... nggak nyambung..." kritik warganet.
Berita Terkait
-
Deklarasi Bali pada KTT G20 Bawa Angin Segar Buat Transformasi Digital di Indonesia
-
Jadi Trending Topic di Twitter, Siapa Sophie Corcoran yang Bikin Warganet Indonesia Ngamuk?
-
Jokowi Incar Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036, Diskakmat Ahli Politik Internasional: Biayai IKN Saja Sulit
-
Sempat Terjebak di antara Pemimpin Negara, Tour Guide KTT G20 Dapat Pujian Langsung dari Presiden AS Joe Biden
-
Diungkap Puan Maharani, Megawati dan SBY Ternyata Bahas Hal Ini Saat Semeja di Gala Dinner KTT G20
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!
-
J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut