Suara.com - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada bulan Desember 2022 mendatang. Kiprahnya di dunia TNI pun akan segera diselesaikannya, sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku pada pejabat tinggi TNI.
Kini, Presiden Jokowi didesak untuk segera menentukan calon kuat pengganti Jenderal Andika Perkasa. Jenderal Andika sendiri diangkat menjadi panglima TNI pada 17 November 2021 lalu, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang sebelumnya juga menjabat sebagai Panglima TNI.
Rekam jejak Jenderal Andika pun kini menjadi sorotan publik. Suami dari Hetty Andika Perkasa ini lahir di Bandung pada 21 Desember 1964. Beliau merupakan lulusan Akademi Militer 1987.
Karirnya di TNI pun bisa dibilang melaju cepat, termasuk seusai beliau menyelesaikan pendidikan militernya dengan langsung bergabung dengan pasukan elit Kopassus. Bahkan, di awal karirnya Jenderal Andika memegang jabatan strategis yaitu komandan pleton.
Selama berada di Kopassus, Andika juga pernah menjabat beberapa jabatan tinggi, seperti Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus tahun 1991, Den 81 Kopassus tahun 1995, Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus tahun 1997, Pama Kopassus tahun 1998, dan Pamen Kopassus tahun 1998.
Pengabdiannya di TNI pun membuat karirnya semakin menanjak. Terbukti, Andika kembali naik jabatan sebai Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus pada tahun 2002 silam. Dalam waktu singkat, Andika juga dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT dan kembali mendapat promosi jabatan sebagai Dam Jaya Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Tak hanya di dunia karir, Andika juga merupakan salah satu prajurit TNI yang mengedepankan pendidikan. Ia pernah tinggal di Washington D.C, Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan militer internasional.
Andika menghabiskan waktu setidaknya 8 tahun untuk meraih 5 gelar, yaitu 1 gelar S1 Ekonomi dari universitas dalam negeri dan meraih tiga gelar S2 (M.A, M.Sc., M.Phil.,) seta satu gelar S3 (Ph.D) dari berbagai universitas bergengsi dunia, seperti The George Washington University, National Defense University, Norwich University, dan Harvard University.
Walau sering disebut sebagai perwira yang tidak begitu banyak menangani kasus besar, namun Andika tercatat pernah memimpin penangkapan pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor pada 2002. Usai menyelesaikan pendidikannya, Jenderal Andika kembali bertugas di TNI dan juga mendpaat promosi pangkat begitu cepat.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Akan Pensiun Usai Piala Dunia Qatar 2022 Jika Syatar Ini Terpenuhi
Dalam 5 tahun, Jenderal Andika memegang beberapa jabatan tinggi seperti Kepala Dinas penerangan Angkatan Darat. yang membuat pangkatnya pun dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal. Ia juga pernah menjadi Komandan Paspampres pada 2014. Dengan jabatan baru ini, ia juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal.
Ia pun pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Hingga tahun 2021 silam, Jenderal Andika Perkasa dinyatakan lolos fit and proper test sebagai calon Panglima TNI dan menjabat hingga tanggal 21 Desember 2022 mendatang.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Cristiano Ronaldo Akan Pensiun Usai Piala Dunia Qatar 2022 Jika Syatar Ini Terpenuhi
-
Dokter TNI AL Tabrak Ibu Penjual Gorengan hingga Meninggal, Danlanal Palembang Minta Maaf
-
Puan Harapkan Jokowi Segera Kirim Supres Soal Nama Calon Panglima TNI Pengganti Andika Perkasa
-
Tepis Isu PHK di Jasindo, Arya Sinulingga: Mereka Tuh Nawarin Pensiun Dini
-
Pencarian Anggota TNI di Sungai Toraja Kembali Dilanjutkan
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi
-
DPRD DKI Endus Pungli di Sekolah Swasta Gratis Jakarta, Minta Disdik Beri Sanksi Tegas
-
Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat
-
Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta