Suara.com - Pilkada DKI Jakarta pada 2016 sering kali disangkut pautkan dengan politik identitas. Duel antara Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diwarnai polarosasi berbasis agama.
Membahas soal Pilkada DKI kala itu, NasDem yang dulu mati-matian mendukung Ahok kini menyebut bahwa politik identitas adalah kesalahan dari Ahok sendiri.
Hal ini dinyatakan sendiri oleh Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi. Dia berpendapat bahwa tidak cocok bahwa politik identitas ditempelkan pada Anies sebab harusnya pada Ahok.
Diketahui bahwa belakangan NasDem sudah mendeklarasikan Anies menjadi bakal calon presiden (capres) di 2024 mendatang.
"Lahirnya pemilihan Jakarta yang seperti itu sebetulnya faktornya bukan Anies tapi Ahok, orang Kristen, China mengutip ayat Al-Quran, berangkatnya dari situ, yang menafsirkan ayat semaunya, di sini titik tolaknya," kata Gus Choi
"Lalu kemudian ada reaksi dari aksi Ahok, reaksi yang berbau agama lalu dijadikan satu framing seolah politik identitas dan dialamatkan ke Anies," imbuhnya.
Menurutnya faktor utama mencuat politik identitas berasal dari Ahok sendiri, bukan dari Anies dan pendukungnya.
"Jadi faktor utamanya yang menampilkan politik identitas adalah Ahok yang waktu itu kita dukung karena kinerjanya segala macam," ungkap Gus Choi.
"Jadi kalau ngangkat politik identitas mari kita lihat ujung permasalahannya, kan Ahok kita lihat sejarah ke belakang, saya ikut kok saya menjadi saksi waktu itu," imbuhnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Makan Siang Bareng Tim Kecil, Hadir Pimpinan PKS, NasDem dan Demokrat
Pada perdebatan tersebut Gus Choi menyebutkan bahwa menjuluki Anies sebagai bapak politik identitas adalah hal yang keliru.
"Anies dijuluki bapak politik identitas ini enggak fair, kemudian kearab-araban apa bedanya dengan ke China-Chinaan kan punya hak yang sama," ujar Gus Choi.
"Kita hanya berbeda selera piliham, warna, komitemen kita. Jangan ajari kami tentang nasionalisme kami fasih menjelaskan butir pancasila itu dengan dimensi keagamaan."
Berita Terkait
-
Siapa Kader Pemuda Pancasila yang Sudah Penuhi Syarat Maju Jadi Capres?
-
Jelang Penetapan UMP Jakarta 2023, Buruh ke Pj Gubernur DKI: Naikkan Upah Minimal 13 Persen
-
'Sama-sama Berbakat Balas Dendam', Politikus Senior Ngeri Lihat Panasnya Hubungan Jokowi-Surya Paloh: Bisa Runyam!
-
Kader PPP Deklarasikan Anies, Waketum Golkar Ingatkan Capres KIB Tidak Didasari Politik Identitas
-
Anies Baswedan Makan Siang Bareng Tim Kecil, Hadir Pimpinan PKS, NasDem dan Demokrat
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gempa di Palu, Gubernur Sulteng Minta Rumah Sakit Siaga hingga Siapkan Tempat Pengungsian
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?
-
1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS