Suara.com - Beredar video Youtube dengan klaim yang menyebutkan bahwa, Iriana Jokowi berduet dengan penyanyi Farel Prayoga, menyanyikan lagu "Ojo Dibandingke". Momen tersebut terjadi di acara Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Bali.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai dibuat terkejut dengan duet Ibu Negara dengan Farel. Informasi itu di posting lewat akun YouTube dengan nama pengguna JURNAL INFORMASI.
"Ibu Iriana Jokowi Tampil di Depan 17 Presiden Bersama Farel Nyanyi Ojo Dibandingke," tulis narasi pada thumbnail video.
Sedangkan, narasi pada judul tersebut adalah 'Jokowi terkejut, Ibu Iriana dan Farel Tampil Didepan 17 Presiden Bernyanyi Lagu Ojo Dibandingke'.
Dari bagian kiri thumbnail video, terlihat gambar Iriana Jokowi yang anggun menggunakan baju kebaya warna merah. Di sampingnya tampak gambar Presiden Jokowi mengenakan pakain tradisional Bali.
Kemudian di sisi bagian kanan gambar penyanyi cilik yang belakangan ini sedang viral. Background dalam video tersebut juga memperlihatkan suasana panggung dalam acara KTT G20.
Apakah klaim pada video tersebut benar?
Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta pada Jumat, (18/11/2022), informasi yang di posting pada video YouTube JURNAL INFORMASI adalah hoax.
Penjelasan
Fakta pada video setelah ditonton hingga akhir, tidak ada momen yang menunjukkan penampilan Farel dalam acara kenegaraan tersebut dengan Ibu Iriana Jokowi.
Dalam video dengan durasi 4.47 detik, hanya memperlihatkan beberapa cuplikan acara KTT G20 di Bali, dengan menempel wajah Farel Prayoga dan Iriana Jokowi di bagian depan. Sehingga, keduanya terlihat seolah-olah hadir di acara besar itu.
Farel tampil membawakan lagu “ojo dibanding-bandingke" ternyata itu merupakan penampilannya dalam acara yang berbeda.
Kesimpulan
Klaim yang menyebutkan bahwa, Iriana Jokowi berduet dengan penyanyi Farel Prayoga, menyanyikan lagu Ojo Dibandingke di acara KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20 di Bali adalah tidak benar.
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik Bamboo Dome, Tempat Makan Siang Khusus Para Pemimpin Negara KTT G20
-
'Bapak Ini Fota-foto tapi Kita Nggak Pernah Lihat Hasilnya' Fajar Nugros Nyinyiri Aksi Menteri PUPR Jadi Fotografer, Publik: Caper?
-
Sri Mulyani Banjir Dukungan Maju Jadi Presiden, Publik: Sesuai Prediksi Puan Maharani
-
Viral Prabowo Banjir Pujian Usai Hindari Karpet Merah Khusus Presiden dan Pemimpin G20: Manner dan Attitude Juara!
-
Dua Penusuk Polisi yang Booking Cewek Michat di Bali Ternyata Masih Remaja
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat