Suara.com - Diryanto atau Kodir, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, ditegur hakim karena kerap tidak tahu saat bersaksi dalam persidangan obstruction of justice Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2022). Ia menjadi saksi atas terdakwa Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo.
Majelis Hakim awalnya mencecar Kodir mengenai alasan dia dipindahtugaskan ke Rumah Saguling usai Brigadir J tewas pada 8 Juli 2022. Kodir mengaku sama sekali tidak tahu alasannya dipindahtugaskan.
"Saya hanya diberitahu bapak untuk tinggal di Saguling," ucap Kodir.
"Apakah karena ada kejadian itu?" cecar Hakim.
"Saya tidak tahu yang mulia," ujar Kodir.
"Masa saudara tidak tahu?" tanya Hakim lagi.
"Iya yang mulia," ungkap Kodir.
Hakim kembali mencecar Kodir mengenai adanya hubungan dipindahtugaskannya Kodir dari Duren Tiga ke Saguling. Lagi-lagi, Kodir hanya menjawab tidak tahu.
"Kan sebelum kejadian itu saudara belum pindah kan, setelah kejadian itu baru saudara dipindah kan?" cecar Hakim ke Kodir.
Baca Juga: Mata Ferdy Sambo Merah seperti Menangis Saat Minta ART Kodir Panggil Ridwan Soplanit
"Iya yang mulia," tutur Kodir.
"Lah, iya. Berarti ada hubungannya dengan kejadian itu?" tanya Hakim.
"Saya kurang paham yang mulia," jelas Kodir.
"Enggak paham kenapa saudara dipindah? Terlalu berat bagimu untuk memahami itu?" cecar Hakim.
"Saya tidak tahu yang mulia," ungkap Kodir.
Hakim kemudian bertanya siapa ART yang ada di Rumah Saguling sewaktu Kodir baru dipindahtugaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan