Suara.com - Rencana untuk merelokasi Gedung SDN Pondok Cina 1 diwarnai berbagai polemik. Pasalnya, muncul protes dari orang tua murid hingga batal dirobohkan. Orang tua murid menuntut pemerintah kota menyiapkan ruang kelas baru agar jam masuk sekolah para siswa tidak terganggu.
Siswa SDN Pondok Cina 1 tak kuasa menahan tangis. Mereka sedih lantaran sudah satu bulan ini tak bisa diajarkan secara langsung oleh guru kesayangannya.
Peristiwa ini terjadi sejak adanya rencana relokasi SDN Pondok Cina 1 yang lahannya akan dibangun masjid raya. Keputusan itu dikeluarkan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.
Oleh karena rencana itu, para guru dilarang mengajar langsung. Sejak satu bulan terakhir ini, sejumlah siswa terpaksa menimba ilmu dari para relawan.
Berikut ini deretan polemik relokasi SDN Pondok Cina 1 selengkapnya.
Muncul Surat Perintah Pemusnahan Aset
Beredarnya surat perintah pemusnahan aset SDN Pondok Cina 1 oleh Pemerintah pun menjadi polemik. Surat perintah tersebut diunggah pertama kali oleh akun Depok24jam. Pemusnahan tersebut kabarnya akan dilaksankaan pada Minggu (11/12/2022) pukul 04.00 WIB.
Dalam surat tersebut, setidaknya ada 91 personel Satpol PP yang akan diterjunkan untuk menggusur sekolah. Sejak saat itu, muncullah kecaman masyarakat terkait kebijakan tersebut.
Siswa Dipaksa Pindah ke SDN Pondok Cina 3 dan 5
Sebelumnya, Pemkot Depok menggelar audiensi dengan orang tua siswa pada Rabu (30/11). Pihaknya mengatakan bahwa proses belajar mengajar hingga tanggal 9 Desember, setelah itu tanggal 12 para siswa sudah harus pindah ke SDN Pondok Cina 3 dan 5.
Hal ini pun menimbulkan kesedihan bagi para siswa. Pasalnya, para guru tidak dapat mengajar secara langsung. Siswa pun terpaksa menimba ilmu dari para relawan.
“Pengen belajar sama bu guru,” ucap Farel, siswa kelas 1 sambil menyeka air mata kepada wartawan.
Rencana Relokasi untuk Masjid Raya
Wali Kota Depok Mohammad Idris berencana membangun Masjid Raya di lahan SDN Pondok Cina 1 tersebut. Masjid tersebut adalah Masjid Jami Al-Quddus yang berada di Jalan Margonda Raya.
Idris menyampaikan bahwa pembangunan ini dilaksanakan karena permintaan masyarakat terkait keberadaan masjid di wilayah tersebut.
Berita Terkait
-
Jelang Pengosongan SDN Pocin 1, Puluhan Orang Tua Murid Lakukan Aksi Protes Tolak Perubahan Jam Belajar
-
Batal Lakukan Pemusnahan, Pemkot Depok Akhirnya Sepakat Berdialog dengan Wali Murid SDN Pocin 1
-
Satpol PP Depok Ngotot Musnahkan Gedung SD Pocin 1, Wali Murid Masih Kompak Menghadang
-
Geram SDN Pondok Cina 1 Bakal Digusur, Netizen Tanya Ridwan Kamil: Ini di Daerah Anda atau Wakanda?
-
Beredar Surat Penggusuran SDN Pocin 1, Warganet Miris Lihat Anak-Anak Harus Menginap Demi Pertahankan Sekolah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?