News / Metropolitan
Senin, 12 Desember 2022 | 13:37 WIB
Sejumlah orang tua murid melihat kondisi SDN Pondok Cina 1 yang tertutup trotoar di Depok, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kami tentunya mengakomodasi keinginan masyarakat Depok, khususnya warga Muslim yang menyampaikan laporan ke Provinsi Jawa Barat tentang sulitnya mencari masjid untuk shalat di Jalan Margonda Raya," katanya, mengutip dari Antara.

Protes Orang Tua

Sejumlah orang tua siswa berkumpul di gedung sekolah SDN Pondok Cina 1 untuk melakukan perlawanan. Situasi semakin kacau ketika Kepala Satpol PP Kota Depok Loenda Ratnanurdianny mengatakan pihaknya kana mengosongkan lahan dan bangunan SD tersebut. Pasalnya, status kepemilikan lahan menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Gedung ini sekarang sudah dalam tahap penghapusan aset," kata Linda dikutip dari video tersebut.

Penolakan Sejarawan

JJ Rizal selaku sejarawan menolak dirubuhkannya SDN Pondok Cina 1 dan dibangun menjadi masjid. Pasalnya, sekolah itu telah berusia lebih dari 50 tahun dan sudah seharusnya menjadi cagar budaya. Baginya cara yang ditempuh oleh Pemerintah tidak beradab.

"Sungguh cara2 yg ditempuh tak beradab, wali murid bkn nolak pembangunan masjid raya depok, tp hormatilah hak anak mendapatkan pendidikan," tulis JJ Rizal melalui akun Twitter miliknya, @JJRizal.

Selain itu, baginya ini merupakan bukti bahwa kota ini tidak ramah anak. Predikat Kota Ramah Anak yang diberikan oleh Kementerian PPA pun menjadi tak layak.

"Bagaimana dapat disebut kota layak anak jika wali kotanya tak paham bahwa hal paling esensial bagi anak-anak adalah pendidikan," kata Rizal.

Baca Juga: Jelang Pengosongan SDN Pocin 1, Puluhan Orang Tua Murid Lakukan Aksi Protes Tolak Perubahan Jam Belajar

Pembongkaran Ditunda

SDN Pondok Cina 1 sempat akan dirobohkan pada Minggu (11/12). Puluhan Satpol PP pun telah bersiap di lokasi tersebut.

Namun Lienda Ratnanurdianny selaku Kepala Satpol PP Kota Depok mengatakan pihaknya mendapat masukan dari Pemkot dan aparat kepolisian dan menunda pembongkaran. Pihaknya datang untuk mengosongkan lahan.

Sebelumnya, rombongan Satpol PP yang hendak memusnahkan itu dihadang tim kuasa hukum dan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila yang telah bersiap sejak 05.00 WIB.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Load More