Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyarankan agar gubernur tidak lagi dipilih lewat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ia menilai cara tersebut tidak efektif.
Menurut Alex, lebih baik gubernur dipilih lewat penunjukan langsung oleh presiden, seperti penjabat gubernur. Menurutnya hal ini bisa saja dilakukan jika memang rakyat menghendakinya.
"Kepala daerah yang ditunjuk langsung itu lebih efektif. Kenapa nggak kita ubah? Kalau rakyat itu dilakukan perubahan kenapa tidak?" ujar Alex dalam acara Rapat Koordinasi Anti Korupsi di Ruang Pola Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/12/2022).
Alex menilai proses pilkada seperti yang dijalankan selama ini hanya membuat repot dan dengan biaya besar. Bahkan, kepala daerah terpilih juga kerap menunjukan hasil tak memuaskan dalam bekerja.
"Daripada bolak-balik kita pilkada, hasilnya nggak keruan, ngapain juga habisin duit hasil nggak jelas?" ucapnya.
Tak hanya kinerja buruk, bahkan ada beberapa kali Kepala Daerah yang terjerat kasus korupsi. Banyak juga yang malah sibuk menambah kekayaan pribadinya ketika menjabat.
"Kadang saya nggak habis pikir ketika saya cek (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) LHKPN pejabat ini-itu," jelasnya.
Bahkan, ia pernah menemukan ada pejabat yang memiliki 20-50 bidang tanah. Hal ini juga disebutnya membuat mahal harga tanah karena dimonopoli seseorang.
"Ini yang buat harga tanah mahal sekali karena dikuasi kelompok tertentu, individu tertentu. Dan mohon maaf, kita harus men-set cara pikir kita, jangan menumpuk harta seolah olah nggak ada habis," katanya.
Baca Juga: Ogah Maju Nyagub Pilkada DKI 2024 karena Kerjanya Berat, Heru Budi: Serahkan ke yang Pingin Saja
Berita Terkait
-
Ogah Maju Nyagub Pilkada DKI 2024 karena Kerjanya Berat, Heru Budi: Serahkan ke yang Pingin Saja
-
Sebut Pemilu 1999 Paling Demokratis, Cak Imin: Pemilu Agak Rusak Usai Pilkada Langsung, Satu Suara Dihargai Rp500 Ribu
-
Bamsoet Dorong Gibran Maju ke Pilkada Jakarta: yang Pasti Golkar Dukung karena Dia Punya Modal Sosial Besar
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
-
Pemerintah Kecam Kasus Kekerasan terhadap Andrie Yunus, Tegaskan Kasus Harus Diusut Tuntas
-
Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran