Suara.com - Koalisi Perubahan yang direncanakan diawaki tiga partai politik, NasDem, PKS dan Demokrat, tak kunjung mendeklarasikan diri, setelah mundur dari tanggal yang direncanakan pada 10 November 2022 silam. Lalu kapan koalisi yang sedang dijajaki NasDem, PKS, dan Demokrat ini direalisasikan secara resmi?
Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto mengatakan, deklarasi koalisi yang akan mengusung Anies Baswedan menjadi bakal capres tersebut masih menunggu keputusan masing-masing partai. Ketiga partai di Koalisi Perubahan memiliki strategi sendiri, sebelum menentukan kapan waktu yang tepat.
"Masing-masing, lagi-lagi masing-masing punya strateginya," kata Sugeng, Jumat (16/12/2022).
"Demokrat punya strategi kenapa belum mengumumkan hari ini. PKS juga demikian, yang itu kami bahas di tim kecil," ujar Sugeng.
NasDem yang sudah lebih mendeklarasikan bakal calon presiden Anies Baswedan, mengaku tidak masalah terkait koalisi yang juga belum dideklarasikan.
Sugeng memastikan NasDem menghormati Demorkat dan PKS dalam menentukan waktu deklarasi koalisi.
"Dan itu tidak ada masalah masing masing," kata Sugeng.
Sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu membantah isu molornya deklarasi Koalisi Perubahan karena mekanisme partainya yang harus melalui tahap Majelis Syuro. Ia bahkan menegaskan, koalisi masih saling menunggu, baik Demokrat, Nasdem, maupun PKS.
"Semua saling menunggu kok, bukan menunggu PKS. Jadi saling menajamkan kesepakatan," kata Syaikhu saat ditemui di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Kamis (15/12/2022).
Baca Juga: 'Semua Saling Menunggu', PKS Bocorkan Alasan Koalisi Perubahan Tak Kunjung Deklarasi
Menurutnya, komunikasi tim kecil membahas rencana koalisi masih terus berjalan sampai saat ini. Tim kecil ini masih menajamkan platform kemenangan dengan sejumlah kesepakatan yang ada.
"Masih kita tajamkan di tim-tim kecil. (Komunikasi) masih terus berjalan," tegasnya
PKS dikabarkan Syaikhu tetap mengusulkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai kader PKS yang mendampingi Anies Baswedan. Namun, ia mengatakan usulannya akan tetap diuji dalam survei.
"Tetap itu (mengusulkan Ahmad Heryawan), karena itu kan sebagai amanah saya untuk mengusung kader, tapi nanti secara fair, kita akan uji dalam survei," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser