Aksi pelaku didasari oleh amarahnya saat melihat anaknya yang kerap bermain gim ketimbang belajar. Lantaran naik pitam, si pelaku langsung menghajar anaknya sendiri itu.
"Bahwa si anak atau korban tidak melaksanakan sekolah onlinenya, tapi malah bermain game online. Terlapor marah dan melakukan hal tersebut (KDRT)", ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwandhy dalam keterangan terpisah, Selasa (20/12/2022).
Pelaku masih berstatus sebagai saksi
Sang istri pelaku telah melaporkan aksi bejat tersebut ke kepolisian dan tercatat dengan nomor laporan LP / B / 2301 / IX / 2022 / SPKT / Polres Metro Jakarta Selatan / Polda Metro Jaya, tertanggal 23 September 2022.
Kasus tersebut kini sampai ke tahapan penyidikan, sebagaimana yang disampaikan oleh AKP Nurma Dewi saat dikonfirmasi, Selasa (20/12/2022).
Kini, pelaku masih berstatus sebagai saksi. AKP Nurma lebih lanjut mengungkap bahwa kepolisian sudah menemukan unsur pidana dalam kasus KDRT yang dilakukan oleh bos perusahaan itu.
Kontributor : Armand Ilham
Tag
Berita Terkait
-
Dampak KDRT Anak Seperti Dilakukan Mantan Petinggi OVO, Korban Bisa Jadi Pelaku Bullying di Masa Depan Loh!
-
Anggota DPR RI Soroti Video Ayah Aniaya Anak, Warganet Ikut Kesal: MENJIJIKKAN
-
Rizky Billar Beli Vila, Warganet Sorot Ekspresi Lesti Kejora
-
Duh! Anak Korban KDRT Eks Petinggi OVO Dibilang Kurang Ajar, Penulis Komentar Malah 'Adu Nasib' Usai Dirujak
-
6 Fakta Viral Ayah Aniaya Anak di Apartemen, Kasus Naik ke Penyidikan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari