Suara.com - Lembaga survei Indiaktor Politik Indonesia merilis survei terbarunya soal tingkat kepuasaan terhadap kinerja Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi. Hasilnya tingkat kepuasaan terhadap kinerja Jokowi mencapai 71,3 persen, secara tren alami kenaikan.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan dalam survei kali ini pihaknya melempar pertanyaan kepada responden 'secara umum, apakah sejauh ini ibu/bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Joko Widodo?'.
Hasilnya, respoden yang menyatakan sangat puas dengan angka 12,8 persen, kemudian menyatakan cukup puas dengan 58,5 persen. Jika digabung kedua hasil itu maka menjadi 71,3 persen.
Sementara yang menyatakan kurang puas ada di angka 23,6 persen, kemudian yang menyatakan tidak puas sama sekali ada di angka 3,5 persen.
"Yang tidak menjawab atau tidak tahu berada di angka 1,6 persen," kata Burhanuddin dalam paparannya secara daring, Rabu (4/1/2023).
Adapun secara alasan tertinggi mengapa responden menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi yakni dianggap telah memberikan kepada rakyat kecil dengan angka 41,2 persen, alasan kedua tertinggi yakni karena pembangunan infrastruktur dengan angka 24,4 persen.
Secara tren pada Desember ini angkanya alami kenaikkan. Sebelumnya tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi di November 2022 hanya 66,2 persen, kini menjadi 71,3 persen.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 1 sampai 6 Desember 2022, dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang. Populasi survei adalah warga negara Indonesia yang tersebar di 34 provinsi yang telah memiliki hak pilih.
Responden terpilih diwawancara secara tatap muka. Metode yang digunakan dalam survei ini multistage random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Dukung Jokowi Terbitkan Perppu Cipta Kerja, PDIP Ungkit Krisis Ekonomi dan Negara-negara Gagal
Berita Terkait
-
Survei Indikator Politik: Elektabilitas Capres Tembus 30 Persen, Anies dan Prabowo Keok di Bawah Ganjar Pranowo
-
Resmikan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang, Jokowi: Nanti Bisa Diteruskan Sampai ke Padang
-
Aturan Perppu Cipta Kerja yang Baru, Libur 1 Hari untuk 6 Hari Kerja atau 40 jam dalam Seminggu
-
Dukung Jokowi Terbitkan Perppu Cipta Kerja, PDIP Ungkit Krisis Ekonomi dan Negara-negara Gagal
-
Viral Pria Pamer Rekening Rp 500 Triliun, Tantang Jokowi Ketemu di Kalimantan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT